Jalan Nasional Nias Selatan Rusak Parah, Warga Tempuh 23 Kilometer hingga 2,5 Jam

Warga Minta Perbaikan
Gali ZEB - Selasa, 13 Oktober 2026 21:08 WIB
Kondisi jalan yang rusak parah. (Foto: GLZeb)

Kitakininews.co.id -NIAS SELATAN –: Kerusakan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Nias dengan Kota Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, semakin memprihatinkan. Puluhan kilometer badan jalan dipenuhi lubang, sementara sejumlah bahu jalan mengalami ambles. Kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan pengendara, tetapi juga menghambat mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat.

Berdasarkan pantauan Kitakininews.co.id, Selasa (13/10/2026), kerusakan jalan ditemukan di sejumlah ruas yang melintasi Kecamatan Somambawa, Lahusa, Toma hingga Telukdalam.

Beberapa titik yang menjadi perhatian berada di Desa Hilisataro Raya, Kecamatan Toma, kawasan Balikhi di Desa Ganowo Saua, serta Simpang Desa Bawodobara, Kecamatan Telukdalam.

Di lokasi tersebut, lubang-lubang menganga dan permukaan jalan yang tidak rata memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan. Kondisi semakin berisiko ketika hujan turun karena lubang tertutup genangan air.

Kerusakan jalan nasional tersebut disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, hingga kini masyarakat masih menunggu penanganan permanen dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara.

Kondisi jalan yang rusak juga berdampak terhadap distribusi hasil pertanian dan perdagangan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada jalur penghubung menuju pusat perekonomian di Telukdalam.

Terkait persoalan tersebut, Kitakininews.co.id berupaya mengonfirmasi Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah III melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5, Theo Ginting.

Namun, sejumlah panggilan telepon dan pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada Theo Ginting belum memperoleh tanggapan hingga berita ini disusun.

Sementara itu, staf PPK 3.5Satker PJN Wilayah III BBPJN Sumatera Utara, Ariel Hutauruk, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pekerjaan preservasi jalan nasional tersebut belum dapat dilaksanakan secara permanen karena masih menunggu penyelesaian proses tender.

"Paket preservasi jalan masih belum berkontrak hingga saat ini karena kami menunggu hasil tender di BP2JK. Itu bisa dicek di website resmi SPSE," jelas Ariel.

Menurut Ariel, pihaknya saat ini masih melakukan penanganan sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

"Untuk saat ini kita hanya melakukan penanganan sementara, seperti pemasangan rambu dan penutupan lubang. Semoga masyarakat selalu berhati-hati dan bersabar menunggu paket tersebut berkontrak sehingga bisa menikmati jalan yang lebih baik," ujarnya.

Ariel menambahkan, BBPJN Sumatera Utara melalui Satker PJN Wilayah IIIPPK 3.5 tetap berkomitmen menjaga fungsi jalan nasional dari Gunungsitoli menuju Telukdalam.

Penanganan sementara, menurutnya, dilakukan dengan pemasangan rambu lalu lintas dan penutupan lubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan sambil menunggu pelaksanaan pekerjaan permanen.

Di sisi lain, kerusakan jalan tersebut telah menjadi keluhan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja maupun berdagang.

Saro Amazihono, seorang pengumpul sayur yang ditemui Kitakininews.co.id, mengaku harus menghabiskan waktu hampir dua setengah jam untuk menempuh perjalanan sekitar 23 kilometer dari Kecamatan Lahusa menuju Kota Telukdalam.

Padahal, perjalanan tersebut merupakan rutinitasnya untuk membawa dagangan sayur menggunakan sepeda motor menuju Pasar Telukdalam.

"Setiap hari saya lewat ruas jalan ini, Bang, pakai sepeda motor membawa dagangan sayur untuk dijual ke Pasar Telukdalam. Dengan kondisi jalan separah ini, laju kendaraan terhambat dan berisiko mengancam keselamatan jiwa," keluh Saro.

Keluhan serupa disampaikan Toni, warga yang berharap pemerintah pusat melalui BBPJN Sumatera Utara, khususnya Satker PJN Wilayah III PPK 3.5, segera mengambil langkah konkret memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Menurut Toni, keberadaan jalan nasional yang layak sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur utama mobilitas warga sekaligus penunjang kegiatan ekonomi antarkecamatan.

"Kami sebagai masyarakat kecil berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini supaya roda perekonomian masyarakat kembali lancar," harap Toni.

Toni juga menyoroti sejumlah titik jalan yang berlubang, bergelombang, minim penerangan, serta belum dilengkapi rambu dan marka jalan yang memadai.

Ia berharap instansi terkait memberikan perhatian khusus terhadap kondisi tersebut, terutama pada ruas yang berpotensi membahayakan pengendara, sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi risiko kecelakaan ketika melintasi jalan nasional menuju Telukdalam.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Pemkab Nias Selatan dan PLN Evaluasi Lisdes, Percepatan Listrik Desa Jadi Prioritas

News

Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak Jelang Musim Mudik Lebaran 2025