Kitakininews.co.id -GUNUNGSITOLI : Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli melalui Dinas Pendidikan menuntaskan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 bagi jenjang TK, SD, dan SMP. Sebanyak 60 peserta mengikuti program pembekalan untuk mempersiapkan pemimpin sekolah yang profesional, berintegritas, dan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung sejak 5 hingga 14 Oktober 2026 tersebut resmi ditutup Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE., di Aula Hotel Kaliki, Gunungsitoli, Rabu (14/10/2026).
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemko Gunungsitoli dalam memperkuat kualitas kepemimpinan dan tata kelola satuan pendidikan, sekaligus mendukung peningkatan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Gunungsitoli Hebat.
Dalam arahannya, Andhika Perdana Laoly menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan. Karena itu, seorang pemimpin sekolah tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga harus memiliki integritas, keadilan, serta keteladanan.
Menurutnya, berbagai pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan harus menjadi bekal bagi peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab sebagai pemimpin satuan pendidikan.
Sekda berharap para calon kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan pendidikan, menghadirkan inovasi pembelajaran, serta membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas peserta didik.
Selain memiliki kemampuan kepemimpinan, kepala sekolah juga dituntut mampu memberdayakan guru dan tenaga kependidikan, mengembangkan potensi peserta didik, serta membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung proses pembelajaran secara optimal.
Andhika juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak berhenti belajar setelah mengikuti pelatihan. Pengembangan kompetensi harus terus dilakukan agar mereka siap mengemban amanah secara profesional apabila nantinya dipercaya memimpin sekolah.
Pada kesempatan itu, Sekda menyampaikan apresiasi kepada para fasilitator yang telah memberikan pembekalan, berbagi pengalaman, serta mendampingi peserta selama proses pelatihan berlangsung.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Oktorianus Harefa, S.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan BCKS telah dilaksanakan sesuai jadwal dan tahapan yang ditetapkan.
Sebanyak 60 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan calon kepala sekolah yang telah dinyatakan lulus seleksi substansi BCKS. Mereka terdiri atas tiga peserta jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), 27 peserta jenjang Sekolah Dasar (SD), dan 30 peserta jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan melalui pembelajaran di kelas dan praktik langsung di sekolah mentor. Metode tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai kepemimpinan pembelajaran, pengelolaan satuan pendidikan, serta berbagai kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan tugas kepala sekolah.
Materi pelatihan disampaikan melalui sejumlah modul dengan pendampingan empat fasilitator dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara.
Keempat fasilitator tersebut yakni Mahmun Zulkifli, S.Pd., M.Si., Husni Ilyas, S.T., M.Kom., Evarita Parhusip, S.Pd., M.Pd., dan Dariana Berutu, S.Pd., M.Si.
Oktorianus menjelaskan, peserta yang memenuhi standar kelulusan berdasarkan ketentuan kementerian akan memperoleh sertifikat pelatihan yang dapat diunduh melalui Learning Management System (LMS).
Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa peserta telah memenuhi persyaratan kelulusan pelatihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui program BCKS yang didanai APBD 2026 ini, Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli berupaya menyiapkan calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta pemahaman terhadap kebutuhan dan tantangan pendidikan.
Kegiatan penutupan turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Gunungsitoli, jajaran Dinas Pendidikan, koordinator pengawas, para fasilitator, dan seluruh peserta pelatihan.
Rangkaian acara diakhiri dengan maena bersama, tarian tradisional masyarakat Nias yang menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan. Suasana tersebut sekaligus mencerminkan semangat kolaborasi para peserta dan pemangku kepentingan pendidikan dalam mendukung kemajuan sekolah-sekolah di Kota Gunungsitoli.