Kitakininews.co.id - Sepekan lebih pasca banjir bandang yang menghantam 3 Kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu 10 Oktober 2026 lalu, hingga kemarin masih memyisakan material lumpur, tanah gunung dan batu.
Untuk memulihkan kondisi tersebut, pembersihan terhadap kawasan pemukiman dan rumah ibadah terus dilakukan, hingga keseharian masyarakat terdampak kembali normal.
Dinas Pekerjaan Umum, kepolisian dan masyarakat masih melakukan pembersihan materil banjir bandang di sejumlah titik di Kota Padang, Sumatra Barat, Minggu (18/10/2026). Salah satunya ada Banda Luruih, Kecamatan Nanggalo dan Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Pembersihan material juga dilakukan di rumah ibadah serta sarana kesehatan seperti puskesmas pembantu.
Pasca kejadian banjir bandang dari data direktorat jenderal prasarana strategis atau DJPS, Kementerian Pekerjaan Umum, terdapat 33 lokasi yang terdampak.
Sementera 11 lokasi di tiga kecamatan ditangani satker pelaksanaan prasarana strategis Sumbar Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurut Pelaksana Tugas Dirjen Prasarana Strategis Kementerian PU, Kuswara, fasilitas masyarakat yang terdampak diantaranya, 10 fasilitas peribadatan dan 1 fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Pembantu Kelurahan Gurunlaweh, Kecamatan Nangglao.
Penanganan fasilitas tersebut tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kuranji, Nanggalo dan Koto Tangah. Sedangkan pembersihan kawasan permukiman difokuskan di Kampung Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji.
Tampak dalam video amatir, detik detik banjir bandang yang melanda Kota Padang, cukup besar. Akibatnya kawasan pemukiman warga serta sarana ibadah yang terendam banjir dipenuhi lumpur dan material yang dibawa arus Sungai Batang Guo, dari perbukitan di kawasan Kecamatan Kuranji Padang.
Banyaknya material yang ditinggalkan banjir bandang hingga hari ini pemulihan masih terus dilakukan.