Sofyan Tan Ingatkan Dosen: Riset Harus Lahirkan Hak Paten, Jangan Berakhir di Tong Sampah

M Harizal - Selasa, 20 Oktober 2026 11:44 WIB
Anggota Komisi X DPR RI dari PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, di acara Bimtek Penguatan Kompetensi Dosen dalam Merancang Riset Terapan Berbasis Kebutuhan Industri dan Masyarakat di auditorium Univ Satya Terra Bhinneka, Selasa, 20 Okt 2026. (Foto : Dhini)

Kitakininews.co.id -MEDAN : Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, mengingatkan para dosen dan akademisi agar tidak menjadikan penelitian sekadar formalitas akademik atau mengejar publikasi ilmiah. Riset perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri, sekaligus menghasilkan inovasi yang berpotensi memperoleh hak paten serta memiliki nilai ekonomi.

Penegasan tersebut disampaikan Sofyan Tan saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Dosen dalam Merancang Riset Terapan Berbasis Kebutuhan Industri dan Masyarakat yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI.

Kegiatan berlangsung di Auditorium Djonny Taslim, Kampus Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Jalan PDAM Tirtanadi, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Selasa (20/10/2026), dengan melibatkan dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Medan.

Dalam arahannya, Sofyan Tan menyoroti kesenjangan jumlah periset Indonesia dibandingkan negara-negara yang memiliki kemajuan teknologi pesat.

Ia mencontohkan Korea Selatan yang disebut memiliki sekitar 4.000 periset per satu juta penduduk, sedangkan Indonesia hanya sekitar 300 periset per satu juta penduduk.

Menurut legislator asal Sumatera Utara itu, keterbatasan jumlah peneliti menjadi salah satu tantangan dalam membangun ekosistem inovasi nasional. Karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat budaya penelitian yang menghasilkan solusi konkret, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

"Kemajuan suatu negara selalu dinilai dari berapa banyak peneliti yang ada di negara tersebut. Riset yang dilakukan para dosen jangan sampai hanya berakhir di tong sampah atau sekadar mengejar publikasi semata, tetapi harus memiliki hak paten yang dapat dikomersialisasi serta dirasakan manfaatnya oleh industri dan masyarakat," tegas Sofyan Tan.

Ia menilai hasil penelitian akan memiliki nilai tambah apabila dapat dikembangkan menjadi teknologi, produk, atau metode yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.

Sofyan Tan juga menekankan bahwa kompetensi dosen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga keberhasilannya menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, riset terapan perlu diarahkan pada pendekatan pemecahan masalah atau problem solving dengan memperhatikan kebutuhan pengguna hasil penelitian.

Sejumlah persoalan strategis yang dinilai membutuhkan kontribusi akademisi antara lain ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan teknologi tepat guna, hingga inovasi pengolahan produk lokal agar memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui kolaborasi Kemendiktisaintek dan Komisi X DPR RI, Sofyan Tan berharap para dosen semakin terampil menyusun proposal penelitian yang kompetitif, mengembangkan metodologi yang tepat, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan oleh industri maupun masyarakat.

Penguatan riset terapan juga diharapkan membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah dalam mengembangkan hasil penelitian hingga tahap pemanfaatan, termasuk perlindungan kekayaan intelektual apabila memenuhi persyaratan.

Sementara itu, Rektor Universitas ST Bhinneka, Bobby Christian Halim, S.T., S.H., M.H., CPM, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dosen melalui kegiatan pembelajaran dan penguatan kapasitas penelitian secara berkelanjutan.

Menurut Bobby, pengembangan riset merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus memperkuat kemampuan tenaga pengajar menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Ia menyambut baik pelaksanaan Bimtek di lingkungan Universitas ST Bhinneka dan berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan para peserta untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta meningkatkan kemampuan merancang penelitian yang relevan.

Bobby juga berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para dosen tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi program penelitian yang berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kemendiktisaintek, Muhammad Rizky Ibrahim; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D.; serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas ST Bhinneka, Hendris Syahputra, S.P., M.Si., yang bertindak sebagai narasumber.

Bimtek diikuti para dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Medan dengan fokus penguatan kemampuan merancang riset terapan yang selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Sembilan Fellow Ashoka Hadir di ST Bhinneka Medan, Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Perubahan

News

Sofyan Tan Ungkap Peran Ashoka Melawan Kemiskinan dan Diskriminasi

News

Sofyan Tan Dorong Transformasi Kampus di Era AI Bersama Dirjen Dikti

News

Sofyan Tan Kunjungi SLB Dwituna Harapan Baru Medan, Buka Peluang Beasiswa Penuh bagi Lulusan

News

Menemukan Harmoni dan Ketenangan Jiwa Lewat Ayunan Lembut Tai Chi

News

Sebungkus Tape dan Doa di Sepertiga Malam, Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan