Subandi: Dua Tahun Prabowo, Arah Indonesia Emas 2045 Semakin Terang

Heru - Jumat, 23 Oktober 2026 19:33 WIB
(Istimewa)
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumatera Utara. Drs H.M Subandi ST MM

Kitakininews.co.id - Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai mulai memperlihatkan arah yang semakin jelas dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Keberanian mengelola kekayaan alam, memperkuat ketahanan pangan dan pertahanan negara, menjaga pertumbuhan ekonomi, serta memberantas korupsi menjadi sejumlah langkah strategis menuju cita-cita tersebut.

Anggota Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Drs. H.M Subandi ST MM, menilai Prabowo sebagai pemimpin yang tegas, berani, dan visioner.

Menurutnya, visi Indonesia sejahtera pada 2045 kini semakin terlihat melalui berbagai kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah.

"Menurut saya, inilah presiden yang memiliki keberanian, ketegasan, kekuatan, dan visi yang jelas. Kita mendengar langsung cita-cita Indonesia sejahtera pada 2045 dari Pak Prabowo. Setelah dua tahun berjalan, arah menuju cita-cita itu semakin terang," ujar Subandi yang juga Ketua Komisi E DPRD Sumut, di ruang kerjanya, Jumat (23/10/2026).

Ia mengatakan, salah satu fondasi penting yang menjadi perhatian Prabowo adalah pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurut Subandi, prinsip tersebut harus diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berpihak kepada kepentingan nasional. Karena itu, langkah pemerintah mengambil kembali penguasaan atas kawasan perkebunan dan pertambangan yang bermasalah menjadi bagian penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.

"Pengelolaan kekayaan alam harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Kita tidak boleh membiarkan sumber daya alam yang seharusnya menjadi kekuatan bangsa justru dikuasai secara ilegal atau tidak memberikan manfaat optimal bagi negara," tegasnya.

Subandi menilai, upaya penertiban dan pengambilalihan jutaan hektare lahan serta penguatan pengelolaan sumber daya alam oleh negara menunjukkan keseriusan pemerintah membenahi tata kelola kekayaan nasional.

Ia juga menyoroti pembangunan industri pengolahan sebagai langkah penting agar Indonesia tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Menurutnya, penguatan industri dan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri akan membuka peluang kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan penerimaan negara yang dapat digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketahanan pangan dan pertahanan semakin diperkuat

Selain pengelolaan sumber daya alam, Subandi menilai ketahanan pangan merupakan bagian penting dari agenda kemandirian bangsa. Peningkatan produksi beras dan penguatan stok pangan sebagai modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global, termasuk ancaman perubahan iklim dan fenomena El Nino.

Ia menilai, kemampuan menjaga ketersediaan pangan menjadi bukti penting bahwa Indonesia harus terus memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari negara lain.

"Kemandirian bangsa harus dimulai dari kemampuan memenuhi kebutuhan sendiri. Ketika pangan kita kuat, masyarakat lebih terlindungi dari gejolak dunia. Karena itu, petani harus terus didukung agar produksi meningkat dan kesejahteraan mereka ikut membaik," katanya.

Di bidang pertahanan dan keamanan, Subandi menilai penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan eksistensi Indonesia. Negara yang kuat harus memiliki kemampuan melindungi wilayah serta kepentingan nasionalnya.

Dengan pertahanan yang semakin kuat, ia berharap posisi Indonesia dalam pergaulan internasional semakin diperhitungkan. Namun, penguatan pertahanan tersebut harus tetap berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi dan daya beli rakyat

Subandi juga menyoroti kemampuan Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ia menilai, kebijakan menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi turut membantu melindungi daya beli masyarakat kecil dan menjaga aktivitas ekonomi.

Menurutnya, stabilitas biaya energi sangat penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, serta masyarakat berpenghasilan rendah yang masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

"Ketika harga kebutuhan dasar dapat dijaga, masyarakat kecil memiliki ruang untuk tetap bergerak. UMKM bisa menjalankan usahanya, petani dapat berproduksi, dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan," ujarnya.

Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dilihat dari angka statistik. Pertumbuhan tersebut harus dirasakan secara nyata melalui peningkatan kesempatan kerja, pendapatan masyarakat, pemerataan pembangunan, dan semakin mudahnya akses terhadap pelayanan dasar.

Pemberantasan korupsi dan narkoba harus konsisten

Di bidang penegakan hukum, Subandi mengapresiasi keberanian pemerintah mendorong pemberantasan korupsi. Ia menilai, penindakan terhadap dugaan korupsi yang melibatkan berbagai pihak menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada kasus-kasus baru, tetapi juga harus menyentuh perkara lama yang belum tuntas.

Menurutnya, meningkatnya jumlah operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak serta-merta berarti korupsi semakin banyak. Hal itu juga perlu dilihat dalam konteks intensitas penindakan dan upaya mengungkap praktik korupsi yang selama ini belum tersentuh hukum.

"Korupsi harus dibongkar tanpa pandang bulu. Kalau ada praktik yang sudah berlangsung bertahun-tahun, penegak hukum harus berani mengungkapnya. Negara tidak boleh kalah oleh siapa pun yang merugikan keuangan dan kepentingan rakyat," katanya.

Selain korupsi, Subandi menekankan pentingnya pemberantasan peredaran narkoba dan perjudian daring. Menurutnya, Narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda sehingga penanganannya harus dilakukan secara tegas, terukur, dan berkelanjutan, mulai dari memutus jaringan pemasok hingga mencegah penyalahgunaan di tengah masyarakat.

Ia menyinggung pengungkapan kasus penyelundupan Narkoba dalam jumlah besar melalui jalur laut sebagai pengingat bahwa pengawasan perbatasan dan pelabuhan harus terus diperkuat. Aparat penegak hukum, menurutnya, perlu meningkatkan koordinasi agar Indonesia tidak menjadi sasaran jaringan peredaran narkoba internasional.

Makan Bergizi Gratis dan pendidikan untuk generasi 2045

Subandi menilai, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu penentu keberhasilan Indonesia Emas 2045. Generasi yang akan mengisi masa depan Indonesia harus dipersiapkan sejak dini melalui pemenuhan gizi, pendidikan berkualitas, pembentukan karakter, dan pengembangan keterampilan.

Karena itu, ia memandang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan menyediakan makanan bagi anak-anak, melainkan bagian dari upaya memperbaiki kualitas gizi, mendukung konsentrasi belajar, dan membantu mengurangi beban keluarga yang kurang mampu.

"Anak-anak yang sehat dan gizinya terpenuhi akan memiliki kesempatan lebih baik untuk belajar dan berkembang. Program ini harus benar-benar tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masa depan mereka," ujarnya.

Ia juga menyoroti pengembangan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta berbagai model pendidikan terintegrasi sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan menyiapkan generasi yang mampu bersaing.

Menurut Subandi, pembangunan pendidikan harus memastikan anak-anak Indonesia, termasuk yang berasal dari keluarga kurang mampu dan daerah terpencil, memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang. Pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, kedisiplinan, kecerdasan, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Ia berharap seluruh program tersebut dijalankan secara konsisten, disertai pengawasan dan evaluasi agar anggaran negara benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas manusia Indonesia.

Optimistis menuju Indonesia Emas

Subandi menegaskan, dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran harus menjadi pijakan untuk memperkuat pelaksanaan program strategis nasional. Menurutnya, visi besar Indonesia Emas 2045 akan terwujud apabila setiap kebijakan dilaksanakan secara konsisten, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Ia mengingatkan bahwa tantangan masih besar, mulai dari pemerataan kesejahteraan, penguatan ekonomi rakyat, pemberantasan korupsi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penciptaan lapangan kerja. Karena itu, keberhasilan pemerintah harus terus diukur melalui hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

"Cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan hanya cita-cita Presiden Prabowo, melainkan cita-cita bersama seluruh rakyat Indonesia. Kita berharap langkah-langkah yang sudah dimulai terus diperkuat sehingga Indonesia semakin mandiri, maju, dan sejahtera," katanya.

Subandi mengibaratkan perjalanan menuju

Indonesia Emas 2045 seperti menanti terbitnya hilal yang mulai terlihat. Menurutnya, arah yang dituju semakin jelas, tetapi perjalanan masih membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan dukungan seluruh elemen bangsa.

"Kalau diibaratkan, hilalnya sudah mulai tampak. Sekarang yang terpenting adalah memastikan perjalanan ini terus berjalan dengan benar, sehingga cita-cita Indonesia yang maju dan sejahtera benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat," pungkasnya. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Tim Gabungan Tangkap 8 Orang dari Kapal di Belawan, Bawa Satu Ton Narkoba Jenis Ketamine

News

Zulkifli Hasan dan Dudy Purwagandhi Hadiri Panen Raya di Batubara Serta Ekspor Perdana Perikanan di Asahan

News

Penggerebekan Sarang Narkoba di Jermal 12, Tembakan Petugas hingga Tangis Pelaku

News

Polrestabes Medan Gerebek Bengkel jadi Gudang Vape Narkoba di Tembung

News

Saat Kualitas Udara Buruk, Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Rumah

News

Cegah Karhutla, Pemprovsu Perkuat Deteksi Dini