Beras Sumut Surplus 27.633 Ton, Kawasan Pertanian Unggulan Terus Digenjot

Heru - Sabtu, 24 Oktober 2026 02:03 WIB
(Diskominfo Sumut/Alexander AP Siahaan)
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Konferensi Pers terkait produksi dan ketersediaan pangan dan kestabilan harga di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponengoro, Medan, Jumat (23/10/2026).

Kitakininews.co.id - Neraca beras Sumatera Utara (Sumut) pada Oktober 2026 mencatat surplus 27.633 Ton. Capaian tersebut sejalan dengan pengembangan kawasan pertanian unggulan yang terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Fariz Haholongan Hutagalung menyampaikan hal tersebut pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut, di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (23/10/2026).

"Kebutuhan beras Oktober sebesar 116.433 ton. Produksi beras sekitar 144.066 Ton," ucap Fariz.

Selain beras, sejumlah komoditas hortikultura juga mencatat produksi yang cukup baik. Produksi cabai merah mencapai 14.213 ton dengan kebutuhan 9.855 Ton, sedangkan cabai rawit mencapai 7.594 Ton dengan kebutuhan 3.712 Ton.

Sementara itu, bawang merah diproduksi setara umbi basah 5.021 Ton atau 3.306 Ton dalam kondisi kering, dengan kebutuhan 5.353 Ton.

Pada sektor peternakan, produksi daging sapi mencapai 1.773 Ton dengan kebutuhan 891 Ton. Produksi daging ayam ras mencapai 20.383 Ton dengan kebutuhan 16.037 Ton, sedangkan produksi telur ayam ras mencapai 53.810 Ton dengan kebutuhan 20.491 Ton.

"Untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, Pemprovsu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pun melakukan intervensi. Intervensi ini masuk ke dalam bagian Program Strategis Daerah (PSD)," terang Fariz.

Melalui PSD tersebut, Pemprovsu membangun kawasan pertanian terpadu untuk komoditas padi, jagung, cabai merah, bawang merah, sapi potong, serta rumah produksi kelapa dan kopi. Intervensi dipusatkan pada satu hamparan yang dikelola satu kelompok tani, dilengkapi paket bantuan penuh dan kemitraan BUMD sebagai offtaker.

Program tersebut telah berjalan dan menunjukkan sejumlah capaian positif. Kawasan padi terdiri dari 10 kawasan dengan luas total 300 hektare. Panen telah berlangsung di 44,5 hektare dengan produksi mencapai 327,95 Ton.

Sementara itu, kawasan jagung mencakup 13 kawasan dengan luas 260 hektare. Panen telah dilakukan di 43 hektare dengan produksi mencapai 345,6 Ton.

"Kawasan cabai merah terdiri dari 15 kawasan seluas 60 hektare. Enam kawasan seluas 24 hektare sudah panen dengan produksi 264 ton, kawasan bawang merah terdiri dari 16 kawasan seluas 48 hektare. Enam kawasan seluas 18 hektare sudah panen dengan produksi 299,4 ton," papar Fariz.

Untuk kawasan sapi potong, empat kawasan yang berada di Simalungun, Serdangbedagai, Asahan, dan Batubara masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan selesai pada minggu pertama Desember 2026.

Kawasan tersebut akan menerima sekitar 150 ekor sapi, terdiri dari 120 ekor untuk penggemukan dan 30 ekor untuk pengembangbiakan. Sementara itu, rumah produksi kelapa di Nias Utara telah mencapai progres 80% dan ditargetkan selesai pada 6 November 2026.

Adapun tiga rumah produksi kopi, masing-masing satu di Humbang Hasundutan dan dua di Tapanuli Utara, ditargetkan selesai pada November 2026. Pengembangan berbagai kawasan tersebut diharapkan semakin memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Sumut. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Anwar Lawden, Direktur PT TPL Ditahan di Salemba

News

Harga Cabai Rawit di Medan Tembus Rp 95.000 Per Kilogram

News

Anwar Lawden Direktur TPL Dikabarkan Ditangkap Kejagung di Medan

News

Rudi Alfahri: Intervensi Harga Pangan Jangan Sesaat

News

Harga Kebutuhan Bahan Pokok Naik, Cabai Merah Tembus Rp95 Ribu per Kg

News

Panen Raya di Sumut Belum Mampu Turunkan Harga Beras