Kitakininews.co.id -Provinsi Riaudikenal sebagai salah satu daerah penting dalam sejarah industri minyak diIndonesia. Di tengah geliat industri minyak dan perkembangan Kota Pekanbaru,ada cerita lain yang tak kalah penting.
Pekanbarutumbuh menjadi kota yang semakin ramai dan dinamis. Namun, tidak semua orangmendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh bersama perkembangan tersebut.
Tentangpenyandang disabilitas yang masih menghadapi tantangan untuk mendapatkankesempatan kerja. Adalah sebuah cafe inklusif hadir di sudut Kota Pekanbaru.
Tempat inibukan hanya menyajikan kopi, tetapi juga membuka kesempatan bagi penyandangdisabilitas untuk bekerja dan membangun kemandirian.
Bagi penyandangdisabilitas, mendapatkan pekerjaan terkadang menjadi perjalanan yang tidakmudah. Namun di sebuah sudut Kota bumi Lancang Kuning, ada sebuah ruang yangkemudian hadir membawa cerita berbeda. Namanya Ruang Setara.
Sebuah cafeyang bukan hanya tempat menikmati kopi, tetapi menjadi ruang untuk bekerja,belajar, berinteraksi dan membangun kemandirian bagi penyandang disabilitas.
Di balik mejabar, ada empat pekerja. Dua diantaranya merupakan penyandang tuna rungu yangbekerja sebagai barista. Mereka meracik kopi seperti barista pada umumnya.Menggiling biji kopi, menyiapkan espresso dan menyajikan minuman.
Ketua KoperasiMelangka Bersama Disabilitas Sejahtera, Imamil Husni, Senin (26/10/2026),mengatakan ada satu hal yang membuat cara mereka berkomunikasi berbeda. Merekamenggunakan, bahasa isyarat.
Tidak ada suaradalam percakapan mereka. Tetapi bukan berarti tidak ada komunikasi. Tangan menjadi bahasa. Tatapan menjadipesan. Dan senyum menjadi sapaan. Kesempatan ini tidak hadir begitusaja.
Sementara itu di balik berdirinya Ruang Setara, adaprogram pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas yang diinisiasioleh PT Pertamina Hulu Rokan. Program ini mendorong penyandang disabilitasmendapatkan keterampilan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka.
Mulai dari pelatihan barista. kuliner, hinggaberbagai kegiatan usaha produktif. Dan salah satu hasilnya adalahRuang Setara.
Pemberdayaan ini bukan hanya tentang memberikanbantuan, tetapi bagaimana bantuan tersebut dapat menjadi bekal agarpenerima manfaat mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.
Bagi sebagian orang, secangkir kopi mungkin hanyatentang rasa, tetapi bagi dua barista penyandang tuna rungu di tempatini, secangkir kopi adalah bagian dari perjalanan hidup.
Dari seseorang yang pernah menghadapi sulitnya mencaripekerjaan, menjadi seseorang yang kini berdiri di balik mejabar, melayani pelanggan, dan mendapatkan penghasilan dari kemampuansendiri.
Sebuah cafe, tempat kopi diracik, Bahasaisyarat digunakan dan mimpi tentang kemandirian perlahan diwujudkan.
Karena terkadang, perubahan besar tidak selaludimulai dari sesuatu yang besar. Bisa jadi, ia dimulai dari sebuahkesempatan kecil.
Dari sebuah meja bar, dari sepasang tangan yang meracikkopi dan dari secangkir kopi, yang disajikan dengan penuh percaya diri.