Kitakininews.co.id - Kehadiran layanan perbankan kini menembus batas wilayah terpencil. Menggunakan kapal perang KRI Bung Karno-369, Bank Indonesia (BI) dan TNI AL memberangkatkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Mako Kodaeral I, Belawan, Medan, Selasa (27/10/2026).
Misi pelayaran hingga 1 November 2026 ini berfokus membantu para nelayan, pedagang, dan pelaku UMKM di wilayah terisolasi agar dapat menukarkan uang lusuh dengan Rupiah layak edar.
Menyinggahi Pulau Sembilan dan Pulau Kampai di Sumut, serta Pulau Pusong dan Pulau Sabang di Aceh, sebanyak 25 pejuang BI bertugas menjangkau area yang tak tersentuh kas keliling darat.
Selain penukaran uang, tim juga menggelar edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah guna menstimulus aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ini berguna memperluas layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat di pulau-pulau terluar, terdepan, dan terpencil (3T) di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan sebagian Aceh.
Rute ekspedisi kali ini berawal dari Belawan dan menyinggahi sejumlah pulau, yakni Pulau Sembilan dan Pulau Kampai di Sumatera Utara, serta Pulau Pusong dan Pulau Sabang di Aceh.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M. Anwar Bashori, menyatakan bahwa sinergi ini mempertemukan dua kepentingan strategis antara pertahanan teritorial dan ketersediaan mata uang negara.
"TNI AL berkepentingan menjaga kedaulatan wilayah NKRI melalui pertahanan, sementara BI menjaga kedaulatan negara lewat ketersediaan uang Rupiah di seluruh pelosok," ucapnya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menambahkan bahwa kondisi geografis kepulauan yang sulit dijangkau perbankan konvensional maupun kas keliling darat dapat teratasi melalui operasi laut ini.
"Kehadiran Tim ERB memudahkan para nelayan, pedagang, hingga pelaku UMKM untuk menukarkan uang lusuh dengan uang Rupiah layak edar sesuai pecahan yang dibutuhkan," jelas dia.
Selain membuka layanan penukaran uang, Tim ERB juga aktif memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah agar masyarakat semakin mengenali keaslian uang dan merawatnya dengan baik.
Plt. Asisten Ekbang Prov. Sumut, Basarin Yunus Tanjung, yang hadir dalam seremoni pelepasan bersama Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, mengapresiasi kolaborasi tersebut karena diyakini mampu menstimulus aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.
Pelaksanaan ERB di Sumatera Utara ini sekaligus menjadi kegiatan penutup dari seluruh rangkaian ERB nasional sepanjang tahun 2026.
Secara keseluruhan, program ERB 2026 telah mencatatkan 19 kali pelaksanaan dengan menjangkau 96 pulau di daerah 3T di seluruh Indonesia.