Kitakininews.co.id -Penerapanmandatori solar B50 mulai dirasakan pengguna kendaraan diesel di SumateraUtara.
Sejumlahpengendara menilai performa bahan bakar ini tidak jauh berbeda dari sebelumnya,meski ada yang mengeluhkan konsumsi bahan bakar lebih boros.
Sejak beralihdari B40 ke B50, salah seorang sopir truk, Edi mengaku merasakan perbedaan padakendaraannya. Dia menilai mesin terasa lebih panas dan pemakaian bahan bakarcenderung lebih boros.
"Kalaumencatat saya tidak ada mencatat, tapi dalam pikiran saya merasa kok berbeda.Kok lebih boros ya dan saat saya ngobrol-ngobrol dengan teman ini kan sekarangsudah bukan bio solar yang biasa sudah B50 katanya begitu, mesin lebih panas yamakin boros bahan bakarnya," ujar Edi saat di tanya di salah satu SPBU dikawasan Tanjung Morawa, Rabu (28/10/2026).
Di menerangkankalau sekitar satu atau dua minggu ini solar itu mulai gampang dicari danantreannya tidak terlalu panjang.
Namun pengalamanberbeda disampaikan sopir lainnya yakni Safruddin yang menilai penggunaan B50tidak memberikan perubahan berarti pada kendaraannya.
Meski demikian,ia mengaku lebih sering memeriksa dan membersihkan saringan bahan bakar.
"Rasanyabiasa aja sama dengan sebelumnya, setelah memakai B50, paling kita seringmembersihkan saringan filter solar tapi tetap bersih," tuturnya.
Senada denganEdi, dia juga menyatakan kalau sekarang antrean pengisian solar mulaiberkurang. "Memang sekarang sudah tidak antri lagi untuk isi bahan bakarsolar," sebutnya.
Dalam satuhingga dua pekan terakhir, pengendara mengaku lebih mudah mendapatkan bahanbakar tanpa harus mengantre panjang.
Mandatori B50merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan bahan bakarnabati, sekaligus menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Penerapankebijakan ini pun menjadi perhatian seiring dengan pengalaman pengguna dilapangan yang menjadi salah satu gambaran awal dampak penggunaan B50 terhadapkendaraan diesel.