Tekan Angka Kanker Payudara Stadium Lanjut, TP PKK Medan dan FK USU Kolaborasi Perkuat Deteksi Dini

Siti Amelia - Sabtu, 07 November 2026 07:17 WIB
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) sepakat dalam audiensi yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (6/11/2026).

Kitakininews.co.id - Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan akademisi resmi digulirkan guna menekan tingginya angka keterlambatan penanganan kanker payudara di Kota Medan.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) sepakat mengintegrasikan edukasi kesehatan dan deteksi dini ke dalam ruang-ruang publik yang lebih dekat dengan masyarakat.

Langkah strategis ini mengemuka dalam audiensi yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (6/11/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana riset kolaboratif bertajuk Penguatan Sistem Kesehatan Untuk Meningkatkan Deteksi dan Diagnosis Dini Kanker Payudara di Kota Medan.

Berdasarkan data riset kolaborasi antara USU dan SingHealth Duke-NUS Singapura yang berjalan sejak Mei 2025, persoalan utama dalam penanganan kanker di tanah air masih berkutat pada faktor non-medis.

Perwakilan tim peneliti FK USU/Departemen Ilmu Komunitas sekaligus Manajer Hukum dan Humas RSP CPL USU, dr. Ivana Alona, MPH, Sp.KKLP, mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen pasien kanker payudara di Indonesia datang berobat ke fasilitas kesehatan saat sudah berada di stadium lanjut.

"Rendahnya kesadaran, stigma sosial, serta rasa takut terhadap diagnosis masih menjadi kendala utama di lapangan," ujar dr. Ivana.

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi medis rumah sakit saja, melainkan membutuhkan intervensi berbasis komunitas yang melibatkan TP PKK, kader kesehatan, penyintas, hingga tokoh masyarakat.

Menanggapi tantangan tersebut, Airin Rico Waas mendorong agar program penyuluhan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan melekat langsung pada agenda rutin masyarakat seperti Posyandu dan berbagai komunitas lokal.

"Posyandu memiliki ruang komunikasi yang sangat dekat dengan warga. Kita bisa menghadirkan tenaga medis secara berkala untuk memberikan edukasi praktis yang bisa diteruskan langsung ke dalam lingkup keluarga," kata Airin.

Selain pendekatan tatap muka, Airin juga menyoroti efektivitas penyampaian informasi di era digital. Ia menekankan pentingnya meramu materi sosialisasi, termasuk panduan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan pengenalan gejala awal, menjadi konten kreatif yang ringan dan menarik agar relevan bagi berbagai kalangan, khususnya generasi muda.

"Edukasi harus dikemas semenarik mungkin agar masyarakat tidak langsung mengabaikannya saat melihat informasi tersebut di ruang publik maupun media sosial," pungkasnya.

Melalui sinergi antara riset akademis, penguatan peran kader akar rumput seperti kepala lingkungan dan PKK, serta pemanfaatan media kreatif, langkah ini diharapkan mampu memangkas ketakutan sosial sekaligus menekan tren keterlambatan diagnosis kanker payudara di Kota Medan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Kitchenette Goes Pink Medan Ajak Deteksi Dini Kanker Payudara

News

Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose untuk Angkat Eksistensi Tenun Karo

News

Raih Penghargaan Inspiring Woman, Ketua Pembina Posyandu Medan Bagi Pengalaman Menyusui

News

Gallery Mustika Deli Dongkrak UMKM Medan, Omzet Tembus Rp509,9 Juta

News

Persiapkan Generasi Emas 2045, TP PKK Medan dan Tanoto Foundation Siapkan 5 'Rumah Sigap' Pola Asuh

News

Rico Waas Tekankan Kasih Sayang dan Keberagaman di Paskah Oikumene Pemko Medan