Kitakini.news – Dewan Perwakilan Rakyat DaerahSumatera Utara (DPRD Sumut) terus mendorong Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu)melakukan langkah taktis mengantisipasi lonjakan harga, kebutuhan pokok jelang Ramadhan144 Hijriah mendatang.
Hal tersebut dikatakan Baskami, kepada awak media,usai melakukan rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah(Sumut) di Ruang Kerja Gubsu, Senin (13/3/2023).
Hadir pada rapat tersebut seluruh unsur Forkopimda,Gubsu Edy Rahmayadi, Kapoldasu, IrjenPol RZ Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Daniel AChardin, dan Kejatisu.
Baskami menjelaskan, per Februari 2023 lalu, inflasidi Sumut sebesar 5,88 persen. "Ada kenaikan beberapa komoditas seperti BawangPutih. Kenaikan juga terjadi pada telur, minyak goreng, gula pasir. Untukbahan-bahan pokok ini saya meminta Pemprov agar melakukan langkahantisipasi," bebernya.
Politisi senior PDI Perjuangan itu juga menerangkan,persoalan rantai pasok, ketersediaan stok serta infratruktur sangat berpengaruhpada stabilitas harga di pasar.
Tak hanya itu, Baskami juga mendorong agar dinasterkait melakukan monitoring secara rutin ke sejumlah pasar untuk melihatperkembangan harga di tingkat pedagang.
Baskami juga meminta agar mempersempit ruangspekulan yang biasanya beraksi karena lonjakan permintaan. "Tingginya permintaan menjelang puasa, memicubermainnya oknum spekulan yang tentu saja harus kita tindak. Maka aparatpenegak hukum juga tidak boleh membiarkan hal ini terjadi," ungkapnya.
Masih kata Baskami, pada rapat koordinasi tersebutGubsu meminta seluruh Stakeholder dapat bersama-sama, mempersiapkanlangkah-langkah antisipasi yang diperlukan.
"Dari sisi stabilitas keamanan, tidak adanyapungli pada armada pengangkut kita juga perlu diberantas," ucapnya.
Baskami juga meminta masyarakat, untuk tidak PanicBuying, terhadap kebutuhan pokok di pasar. "Kenaikan pasti ada, akan tetapi kita semuaterus berupaya agar stok aman. Maka belilah sesuai kebutuhan kita,"pungkasnya.
Redaksi