Kitakini.news – Keberadaan masjid tidak hanya berperansebagai tempat ibadah saja, tapi juga pusat pendidikan masyarakat. Sebab, masjidtidak dapat dipisahkan dari kegiatan pendidikan, utamanya dalam pendidikanIslam.
“Masjid itu tentu sebagai tempat ibadah, tetapi jugapusat pendidikan yang mendidik masyarakat,” kata Ketua Umum Pimpinan PusatDewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Jusuf Kalla (JK) pada acara peluncuranGerakan Masjid Bersih 2023 di Jakarta, seperti dilansir dari Inilah.com, Rabu (15/3/2023).
Menurut JK,masjid juga berkontribusi dalam membangun peradaban dunia melalui edukasinilai-nilai kebaikan. Lembaga pendidikan seperti Al Azhar juga dimulai darimasjid, sehingga diharapkan agar perannya terus ditingkatkan untuk membangunperadaban modern. JK juga menegaskan, DMI akan membantu menyusun kurikulum agar kegiatanpendidikan di masjid dapat terus ditingkatkan dan tepat sasaran. “Pendidikandan pengajian itu harus berlangsung terus di masjid,” imbuhnya.JK juga mendorong agar selain dipergunakan untuk salat, berdzikir danberi’tikaf, masjid juga dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi, sosial, hinggabudaya. “Indonesia memiliki ratusan ribu masjid atau mushala yang tersebar di banyaktempat seperti di perkantoran dan pusat perbelanjaan,” ucapnya. Karena itu, JK berharap keberadaannya dapat berperan positif pada kehidupanmanusia secara luas. “Segalaupaya itu dilakukan agar kehidupan masyarakat dapat dididik dan teratur,sekaligus membangun peradaban yang lebih baik,” tuturnya.
JK menambahkan, dalam momentum menyambut Bulan Suci Ramadhan tahun ini, DMImengimbau agar pengurus masjid menyiapkan segala keperluan untuk ibadah umatIslam. “Diharapakn agar Ramadhan tahun ini berjalan lancar dan dapat meningkatkan imanserta taqwa seluruh umat. Masjid itu tempat untuk kita bersujud, sehingga harusbersih dan suci. Mengingat kita baru saja melewati pandemi, maka kebersihannyaharus terus dijaga,” pungkasnya.
Redaksi