Kitakini.news– Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag-RI) akan mempersiapkan layananterhadap jemaah haji secara matang, termasuk bagi jemaah lanjut usia (Lansia).
Hal iniditandai dengan mengusung semangat 'Haji Ramah Lansia' pada penyelenggaraantahun ini. Maklum, dari 203.320 kuota jemaah reguler, tercatat 64 ribu diantaranyamasuk kategori Lansia. Seperti diketahui, penyelenggaraan haji 1444 Hijriah atau tahun 2023 juga kalipertama dilakukan dengan kuota normal, setelah dunia dilanda pandemi.
“Mendorong pelibatanpara ahli demi meminimalkan risiko. Untuk soal kesehatan Lansia, wajib bertanyapada ahli Geriatri. Jadi kita akan libatkan ahli Geriatri," imbuh MenteriAgama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta seperti dilansir dari lamanresmi Kemenag.go.id, Rabu (15/3/2023).
Yaqut menjelaskan, konsultasi dengan para ahli adalah bagian dari prinsipkehati-hatian. Selain transparan dan akuntabel, segala keputusan dan tindakanyang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan. Menag juga meminta semua elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan haji tahunini harus memegang teguh visi, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. "Sekali lagi, hasil-hasil pertemuan dengan berbagai pihak kemarin harusditindaklanjuti dengan sebuah desain besar pelaksanaan. Desain besar ini, harusmencerminkan visi bersama memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah haji,"tegasnya.
Tak hanya itu, Yaqut kemudian mengingatkan pentingnya inovasi dan perubahancara berpikir dalam merespons setiap tantangan penyelenggaraan ibadah haji.
"Merekayang tidak pernah mengubah cara berpikirnya, tidak akan mampu mengubah apapun," pungkasnya.
Redaksi