Kitakini.news – Peserta Pelatihan KepemimpinanNasional (PKN) diharapkan menjadi aparatur yang berkinera tinggi yang bisamembawa perubahan di unit kerja masing-masing dengan kebijakan yang bisadirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
“Dengan mengikuti pendidikan ini, para pesertadiharapkan dapat meningkatkan kinerja instansi dan meningkatkan pelayanan publik,"ujar Sekretaris Daerah Sumatera Utara (Sekda Sumut) Arief S Trinugroho saatmemberikan sambutan pada Pembukaan PKN Tingkat II Angkatan IX tahun 2023 diAula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Rabu (15/3/2023).
Pada kesempatan itu, Arief berpesan agar para pesertamengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh, mengikuti pembelajaran DiagnosticReading atau mendiagnosa masalah, membaca dan menemukan masalah di tempat kerjamasing-masing, kemudian berusaha menyelesaikan masalah dengan memunculkaninovasi atau aksi perubahan.
“Hal ini sangat penting, selain untuk menyelesaikanmasalah dalam pelaksanaan fungsi kerja, juga untuk meningkatkan kemajuanatau peningkatan kinerja di tempat kerja tersebut. Dengan demikian, saudara dansaudari dapat berkontribusi untuk mengatasi GAP (ketimpangan/kesenjangan)antara kenyataan yang ada dengan kondisi yang diharapkan,” tegasnya.
Menurut Arief, berbagai inovasi perubahandiperangkat-perangkat daerah juga akan berakumulasi menghasilkan kemajuan yangsiginifikan bagi Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) yang berdampak positifterhadap peningkatan investasi, pembangunan dan kemajuan Sumut.
Arief juga mengingatkan para peserta pelatihan tidakmelibatkan Ghostwriter (penulis siluman) dalam pembuatan semuaproduk pembelajaran. Karena pelatihan kepemimpinan ini bukan sebagaipersyaratan untuk memenuhi kelulusan dan memperoleh sertifikat, namun lebihmeningkatkan kinerja di masing-masing organisasi yang dipimpin.
“Selamat kepada seluruh peserta yang terpanggil untukmengikuti PKN ini, manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan potensiBapak/Ibu agar bisa menjadi lokomotif perubahan di unit kerja masing-masing,”harapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan PengembanganKompetensi LAN RI, Basseng mengatakan pelatihan PKN ini sifatnya nasional dantidak semua Pemerintah Provinsi diberikan kepercayaan oleh LAN untukmenyelenggarakan pelatihan ini.
"LAN menilai kapabilitas Pemprov Sumut, khususnyaBPSDM Sumut dianggap mampu menyelenggarakan program nasional ini,” ungkapnya.
Dikatakannya, para pejabat struktural harus beradapada domain administrasi, bukan domain politik. Ketika domain politik telahselesai, baik itu pemilihan presiden, gubernur, bupati/walikota dan telahmendapatkan aspirasi dari masyarakat, maka yang bekerja adalah administrasi.
"Tugas saudara sebagai pejabat strukural eselonII mengubah keinginan masyrakat menjadi kenyataan dengan trobosan-trobosan agarkeinginan masyarakat bisa terwujud," jelasnya.
Kepala BPSDM Sumut Aprilia Haslantani Siregar selakupelaksana kegiatan dalam laporannya menyampaikan, pelatihan ini dimulai 15Maret hingga 28 Juli 2023. Pelatihan ini memadukan dua jalurpelatihan yakni pelatihan klasikal dan non klasikal.
“Adapun struktur kurikulum pada PKN Tk II ini 923 jampelajaran (JP) atau setara dengan 107 hari pelatihan, yang terdiri dari 168JP mandiri, 155 JP on campus dan 567 JP off campus,” jelasnya.
Pembukaan PKN Tingkat II Angkatan IX 2023 dengan tema"Mewujudkan Reformasi Birokrasi yang Berorientasi pada PeningkatanInvestasi Mendukung Sumut Bermartabat", diikuti 60 orang peserta, yakniPemprov Sumut 9 peserta, Badan Intelijen Negara (BIN) satu peserta, KementrianTenaga Kerja satu peserta, Mahkamah Agung dua peserta, Kementrian LingkunganHidup dan Kehutanan dua peserta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis duapeserta, Pemkab Simalungun 10 peserta, Pemkab Labuhanbatu dua peserta, PemkabLabuhanbatu Utara dua peserta, Labuhanbatu Selatan dua peserta, Pemkab NiasBarat dua peserta, Pemkab Nias Utara satu peserta, Pemkab Tapanuli Utara tigapeserta, Pemkab Pasaman tiga peserta, Pemkab Dumai dua peserta, Kota Medan 10peserta, Kota Pematangsiantar satu peserta dan Kota Metro dua peserta.
Redaksi