Kitakini.news - Datangnya bulan Ramadhan tidak hanya disambut gembira bagi ummatMuslim dari sisi keimanan saja, tapi juga seakan menjadi momen berburu berbagaikuliner khas di Sumatera Barat.
Salah satunya Kota Padang, setiap bulan Ramadhan selalu dibuka tempat ataukawasan berdagang yang dikenal dengan Pasar Pabukoan. Dilokasi tersebut, pedagangkhusus menjual bermacam makanan dengan cita rasa yang berasal dari berbagaidaerah di Tanah Minangkabau.
Dari amatan hari kedua Puasa Ramadhan 1444 Hijriah, Jumat (24/3/2023) resmidibuka Pemerintah Kota Padang, di kawasan ruang terbuka hijau, Jalan ImamBonjol, Padang.
Berbagai macam jenis makanan dan minuman khas yang berasal ratusan pedagangyang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, menyediakan berbagai jenismakanan khas daerah mereka masing- masing di Pasar Pabukoan ini.
Pasar Pabukoan ini juga di buka langsung oleh Sekda Kota Padang, AndreeAlgamar beserta dinas terkait yang resmi dibuka dengan pemotongan pita.
Beberapa jenis makanan dan minuman yang paling dicari disaat bulan suciRamadhan, adalah gulai tambunsu atau gulai usus yang diberi isian tahu dantelur yang khas dari daerah bukittingi yang dikenal dengan nasi Kapau.
Ada juga berbagai takjil seperti Onde-onde, Lapek Bugih hingga minuman khaslain seperti es serunai, dan berbagai jenis yang lainnya juga tersedia dilapak-lapak Pasar Pabukoan ini.
Sekda Kota Padang, Andree Algamar mengatakan selain yang resmi dibuka olehPemko Padang, berbagai kecamatan setiap tahunnya juga membuka Pasar Pabukoan dipasar-pasar satelit atau pasar kecamatan.
Biasanya pedagang di Pasar Pabukoan ini akan buka hingga malam takbirannanti dan ada yang unik di tahun ini. Proses pembayaran juga dilakukan denganmetode Barcode atau lewat QRIS yang disediakan oleh Bank Nagari sehingga prosespembayaran dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Untuk keamanan kualitas makanan yang dijual, Balai Pengawas Obat danMakanan juga melakukan pemeriksaan terhadap semua jenis makanan yang dijual.Hingga kini masih belum ditemukan makanan yang mengandung zat berbahaya.
Kontributor:Azzareen