Kitakini.news – Arahan agar tidak mengadakan bukapuasa bersama hanya ditujukan kepada para pejabat di internal pemerintahan dantidak berlaku untuk masyarakat umum.
“Arahan untuk tidak berbuka puasa bersama itu hanya ditujukan untukinternal pemerintah, khususnya para Menko, para menteri dan kepala lembagapemerintah non-kementerian, bukan untuk masyarakat umum. Sekali lagi bukanuntuk masyarakat umum,” tegas Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo diJakarta, melansir dari lama resmi Presidenri.go.id, Selasa (28/3/2023).
Jokowi menegaskan bahwa arahan itu dikeluarkan karena banyaknya sorotan masyarakatterhadap kehidupan para pejabat pemerintah saat ini.
Karena itu, Jokowi pun meminta jajaran pemerintah untuk mengedepankansemangat kesederhanaan dalam menyambut bulan Ramadan 1444 H.
“Saya minta agar jajaran pemerintah menyambut bulan puasa tahun ini dengansemangat kesederhanaan, tidak berlebihan,” cetus Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga menginstruksikan jajaran pemerintah untukmengalihkan anggaran buka puasa bersama kepada kegiatan yang lebih bermanfaat.Mulai dari pemberian santunan kepada fakir miskin, yatim piatu, hinggamasyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Termasuk juga bisa dipakai untuk mengadakan pasar murah bagi masyarakat,” pungkasnya.
Redaksi