Kitakini.news - Payung raksasa Masjid Agung An Nur Pekanbaruyang baru dibangun 5 bulan patah diterpa angin. Sejak didirikan, payungelektrik ini mendapat sorotan masyarakat.
DPRD Riau mempertanyakan kualitas konstruksi payung dannilai proyek yang fantastis mencapai Rp42 milyar.
Dua payung elektrik Masjid Agung An Nur, Jalan Hang Tuah,Pekanbaru rusak berat setelah hujan deras. Besi penyangga dan terpal ukuran22x23 meter terlihat patah, Sabtu (25/3/2023). Sarana di rumah ibadah gagaldifungsikan untuk jamaah di bulan Ramadan ini.
Payung raksasa yang mirip di Masjid Nabawi Arab Saudi barudibangun 5 bulan lalu. Seharusnya kontraktor PT Bersinar Jesstive Mandirimerampungkan pembangunan payung Desember 2022 lalu atau sebelum bulan Ramadan.Namun pengerjaan molor hingga Maret 2023 ini.
Anggota DPRD Riau, Mardianto Manan, Senin (27/3/2023)mengatakan kekecewaannya terhadap kerusakan payung elektrik Masjid Agung An NurPekanbaru.
Mardiant menilai anggaran Rp 42 milyar untuk pembangunanpayung tidak sebanding dengan kualitas material.
DPRD Riau juga mempertanyakan profesionalitas kontraktor danteknis pengerjaan sehingga pembangunan fasilitas rumah ibadah berjalan lamban.
Dirinya meragukan kualitas konstruksi dari alat yang akandibangun, apakah bahan payung, tulang payung. Perlu tim independen untukditurunkan.
Dikatakannya ada di masjid lain, yang jumlah payungnya ada10 hingga 12, tapi biayanya hanya Rp 30 hingga Rp40 milyar. Sehingga perlukajian-kajian tim independen yang mencurigai proses tendernya.
Dewan minta proyek di masjid terbesar di Provinsi Riau inidiaudit tim independen untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dana APBD.
Kontributor: Azzareen