Kitakini.news - Pasokan ikan dari nelayan masih minimmembuat harga ikan mahal di pasar-pasar tradisional hingga hari ke-6 bulansuci Ramadhan 1444 Hijriah/2023 M.
Pantauan media ini di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(PPSB), ratusan kapal nelayan skala kecil dan besar hingga hari ke-6 masihkebanyakan sandar dan berlabuh di dermaga perikanan belum turun melaut.
Ibu rumah tangga (IRT) Rosinta (40) warga Griya Martubung, KelurahanBesar Kecamatan Medan Labuhan berkomentar usai belanja di Pasar Yukamengatakan harga ikan, Selasa (28/3/2023) diketahui harga pasaran ikan dintaranya jenis cumiRp70 hingga Rp90 ribu, ikan nila Rp30, pari Rp40 ribu, ikan patin Rp25 ribu,gembung Rp50 ribu, ikan selayang Rp35 ribu, udang Rp 60 hingga Rp 90 ribu dantongkol Rp40 ribu, ikan dencis Rp 35 per kilogramnya (Kg).
Dia mengatakan ukuran keluarganya membutuhkan satu Kg ikandalam satu hari, kini terpaksa dikurangi karena keuangan tidak sanggup,katanya.
Ketika dikonfirmasi kepada Ketua HNSI Kota Medan, AbdulRahman alias Atan melalui telepon selulernya membenarkan harga ikan melonjaknaik karena pasokan ikan ke pedagang minim di pasar-pasar tradisionaldan nelayan masih sedikit turun melaut.
Harga ikan melonjak naik yang paling murah hargadasar ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Gabion Belawansebesar Rp30.000.
Pedagang ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Pelabuhan PerikananSamudera Belawan (PPSB) S Panjaitan dan R Simatupang yang sehar-harinyaberjualan di Pasar Yuka Martubung Kelurahan Tangkahan, Kecamatan MedanLabuhan, Kota Medan juga mengatakan modal dasar sangat mahal maka dijualpunjadi mahal supaya ada untung sedikit, kata pedagang ikan itu.
Mahalnya harga ikan diakui Asosiasi PerikananPedagang Gabion Belawan (AP2GB) B Gultom, di sela pantauannya di PPSB.
Dia menduga mahalnya harga ikan karena minimnya pasokan darinelayan akibat masihberlangsungnya musim angin kencang dan pasang mati sehingga banyak kalangannelayan lebih memilih hanya menambatkan kapalnya di sejumlah tangkahanpendaratan ikan.
Kontributor: DesrinPasaribu