DPRD Sumut Minta BI dan Aparat Penegak Hukum Awasi Peredaran Upal

- Jumat, 31 Maret 2023 00:09 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202303/benny_sihotang.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news – Bank Indonesia, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu)dan aparat penegak hukum lainnya diminta mengawasi peredaran uang palsu yangkini dikabarkan beredar di tangan pemakai dan bandar Narkoba.

"Kita minta lakukan Patroli untuk mengantisipasi peredaraan Upal yangbanyak ditemukan di tangan pemakai dan bandar (agen) Narkoba," ujar AnggotaDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Benny Harianto Sihotang kepadawartawan di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (30/3/2023).

Benny menjelaskan, berbagai langkah termasuk patroli dimaksudkan untuk mencegahperedaran Upal di tengah-tengah dinilai penting. Sebab, saat ini momen bulansuci Ramadhan dan diikuti dengan Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

"Momen seperti ini selalu digunakan oleh oknum tertentu untuk berusahamengelabui masyarakat dengan cara menukarkan upal," cetus Politisi PartaiGerindra ini.

Maka dari itu, sambung Wakil Rakyat yang berasal dari daerah pemilihan(Dapil) Sumut II meliputi Kota Medan ini, DPRD Sumut meminta BI, kepolisian danjajaran penegak hukum intens melakukan patroli, sehingga bisameminimalisir  keresahan warga.

"Apalagi ada temuan bahwa Upal beredar di tangan pemakai dan bandar Narkoba,sehingga bisa merugikan warga, khususnya pedagang kecil tidak memilikifasilitas pengecekan uang alsi atau palsu di warung mereka,” paparnya.

Benny mengungkapkan, selain bertujuan melindungi warga Sumut dariperilaku jahat oknum penyebar uang palsu, langkah pencegahan terhadap Upal jugadiharapkan tidak mengusik konsentrasi umat Islam dalam menjalankan ibadah sucidan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 H mendatang.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI MarlisonHakim mengatakan, uang palsu selalu ada di setiap negara. Hanya saja, jumlahuang palsu di Indonesia yang beredar cukup kecil.

"Karenanya Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk melakukanpenukaran uang baru ke bank-bank resmi. Hal ini dinilai penting untukmengatisipasi adanya potensi uang palsu hingga jumlah uang yang tidak sesuai denganpenukaran," pungkasnya.

 

 

Redaksi 


Tag:

Berita Terkait

News

Waduh, Shin Tae-yong Absen Dampingi Persija Jakarta Hadapi PSMS Medan di League Cup, Kenapa?

News

Konfercab PA GMNI Toba 2026, Hengky Manalu Terpilih sebagai Ketua DPC

News

Pengemudi Ojol, Jhonson: Anak Saya Dibantu Sofyan Tan dari SMA hingga Kuliah

News

Tergiur Upah Rp20 Juta, Oknum Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba

News

Sofyan Tan Dorong FOBI Sumut Perkuat Kolaborasi dengan TNI, Target Pertahankan Empat Emas PON 2028

News

Saya Cuma Jual Kerupuk dan Cuci Piring, Pak!”