Kitakini.news – Rutin diselenggarakannya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar BangsaDunia Melayu Dunia Islam (DMDI) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja MasjidIndonesia (BKPRMI) tidak lain bertujuan untuk meningkatkan kualitas membaca AlQur’an para pemuda generasi Islam di dunia, khususnya Indonesia.
Sebab, kata Wakil Presiden DMDI Komjen Pol (Purn) Dr(H.C) Drs Syafruddin M.Si, dari hasil riset yang pernah dilakukan tentangkualitas keummatan dari aspek kemampuan membaca Al Qur’an, hanya 35 persen ummatIslam Indonesia yang bisa membaca Al Qur’an dan 65 persennya lagi tidak bisamembaca yang rata-rata didominasi oleh kaum muda, para generasi Islam.
“Lima tahun lalu sebelum pensiun, saya sudah mengurusdan membina 9 organisasi pemuda Islam. Kemudian saya kumpulkan dan memintamereka untuk melakukan riset. Dan hasilnya dari 223 juta penduduk Indonesiapada waktu itu, sebanyak 65 persen yang rata-rata generasi Islam tidak bisamembaca Al Qur’an. Ini sangat miris kita melihatnya,” ujar Komjen Pol (Purn) Syafruddinsaat membuka MTQ Antar Bangsa DMDI dan BKPRMI di Masjid Al Musannif JalanCemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu(1/4/2023) sampai Senin (3/4/2023).
Hadir pada acara tersebut, Wakil Gubernur SumateraUtara (Wagubsu) Musa Rajekshah, Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin,Wakapolda Sumut Brigjen Pol Jawari, Dirjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bupati Deli Serdang Azhari Tambunan, Ketua Umum DPPBKPRMI H Datuk Said Aldi Al Idrus, Ketua MUI Sumut H Maratua Simanjutak, KetuaDMDI Sumut H Datuk Muhammad Isa Indrawan, Sekda Kabupaten Deli Serdang H TimurTumanggor, Ketua PMI Sumut DR H Rahmat Shah.
Hadir juga Ketua Umum DPW BKPRMI Sumut SyafrizalHarahap beserta pengurus dan Ketua DPD BKPRMI se Sumut.
Menurut Syafruddin, untuk mengentaskan para generasiIslam dari tidak bisa membaca Al Qur’an, dirinya selalu menekankan kepadaorganisasi pemuda Islam dibawah binaannya agar tidak hanya fokus pada organsasisaja, yang ujungnya berpolitik. Tapi juga harus bisa membaca Al Qur’an danmemahami isi kandungan kita suci ummat Islam tersebut.
“Kalau hanya sibuk dengan organisasi saja, buat apakalau tidak bisa membaca Al Qur’an dan memahami isinya. Semantara yang dibawaberlabel Islam. Indonesia harus bisa seperti Chechnya yang 90 persenpenduduknya bisa membaca Al Qur’an dan 10 persennya lagi adalah penghafal AlQur’an,” tegasnya.
“Jadi kalau ada yang mengatakan membaca Al Qur’an ituradikal, maka salah besar. Dengan membaca ayat-ayat didalam Qur’an, maka hatiakan menjadi tenang, apalagi kalau bisa memahami isinya. Karena radikal ituadalah orang yang tidak bisa membaca Al Qur’an. Bacaannya dipenggal-penggallalu disambung,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan Wagubsu Musa Rajekshah yangdalam sambutannya mengatakan semakin banyak dan sering dilaksanakannya MTQ,maka akan semakin banyak generasi muda Islam yang menjadi penghafal Al Qur’an.
“Saya sangat apresiasi digelarnya MTQ Antar BangsaDMDI dan BKPRMI hari ini. Yayasan H Anif juga setiap tahunnya menggelar MTQ.Totalnya ada 4 kali, harusnya sudah 5 kali. Namun karena Pandemi Covid-19, makatidak dilaksanakan. Semoga acara ini berjalan sukses dan semakin memotivasipemuda/pemudi Islam Sumut untuk bisa menjadi Qori dan Qoriah serta menjadipenghafal al Qur’an,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP BKPRMI H Datuk Said AldiAl Idrus mengatakan kegiatan MTQ ini setiap tahun dilaksanakan dan harusnya MTQAntar Bangsa kali ini dilaksanakan di Kamboja, namun karena ada arahan dariWapres DMDI dan Dewan Penasehat DMDI maka dilaksanakan di Medan.
“Dan ini menjadi kebanggaan kita semua. Karena padatahun depan, MTQ Antar Bangsa DMDI dan BKPRMI akan dilaksanakan di Kanada,”ujar Said Aldi.
Selain itu, lanjut Said Aldi, terselenggarannyakegiatan ini merupakan partisipasi dari dewan penasihat beserta Wapres DMDIbeserta BKPRMI. Sehingga acara ini terselenggara secara mandiri dan tidak adadukungan dari pemerintah,
Said Aldi juga mengungkapkan, MTQ Antar Bangsa DMDIdan BKPRMI ini dirangkaikan dengan kegiatan sosial kemanusiaan yakni memberikanbantuan kepada 25 ribu fakir miskin dan anak yatim se Indonesia.
“Dan di Medan akan dibantu sebanyak 1000 orang.Kegiatan sosial kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian Yayasan Fill Alaminpimpinan bapak Komjen Pol Purn Syafruddin Beserta Bapak Musa Rajekshah.
“Selesai acara ini kami akan datang ke 20 provinsimengantar bantuan Yayasan fil Alamin kepada fakir miskin dan anak yatim seIndonesia. sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada para donatur yakniBapak Syafruddin dan Musa Rajekshah. DMDI dan BKPRMI dalam menggelar acara ini.
Said Aldi jugamengungkapkan MTQ Antar Bangsa DMDI dan BKPRMI ini diikuti 49 peserta dari 17provinsi dan 7 negara antar bangsa DMDI.
“Dan 10 peserta yang berhasil menjadi pemenang akandiberangkatkan Umrah ke Mekkah merupakan reward dari Wapres DMDI Bapak KomjenPol (Purn) Syafruddin. Kegiatan ini jugamerupakan kebahagiaan bagi kami karena merupakan agenda penting melakukan syiarislam melalui lantunan pembacaan ayat ayat suci Al Qur’an yang dapatmenyejukkan hati ummat Islam apalagi selama menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan1444 H,” pungkasnya.
Redaksi