Ingin Jadi Pemimpin, AHY Lebih Baik Belajar Pada Jokowi Yang Kaya Prestasi

- Minggu, 02 April 2023 13:15 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202304/Repdem.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news – Ketua Umum Partai Demokrat AgusHarimurti Yudhoyono (AHY) dinilai mendadak jadi pahlawan kesiangan terkaitdengan pembatalan status tuan rumah Indonesia diajang Piala Dunia U-20 olehFederasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

 

“Lebih baik AHY menyatakan malu hidup zaman PresidenSusilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena 10 tahun berkuasa tunduk padakepentingan asing,” cetus Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi(Repdem),Wanto Sugito kepada Kitakini.news melalui keterangan Pers, Minggu(2/4/2023).

 

Sebelumnya, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono(AHY) mengaku malu lantaran Indonesia batal jadi tuan rumah piala dunia U-20.

 

"Saat ini kita malu pada dunia internasional.Karena ketidakmampuan kita untuk menyelesaikan situasi internal dalam negerisendiri," ucap AHY.

 

Merespon hal itu, Alumni Universitas Islam Negeri(UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta ini menilai bahwa AHY tidak memahamipentingnya penolakan terhadap Israel dalam memastikan bahwa bangsa Indonesiapunya prinsip.

 

“Ini adalah prinsip bangsa Indonesia terhadap Israel. Harusnyalebih paham bagaimana bangsa ini bersikap terhadap Israel dan juga kepadaPalestina,” cetusnya.

 

“Terbukti Timnas Palestina dibombardir ketika sedangmain sepak bola oleh Israel. Rumah sakit pun di Bom. Mana sikap AHY? AHYlagi-lagi sudah ikut-ikutan bapaknya yang lebih tunduk pada kepentingan asing,”tukas Wanto.

 

“Harus dipahami, SBY menyerahkan Blok Minyak terbesar Indonesiayaitu Blok Cepu ke Asing, yakni Exxon Mobil sebagai upah politik AmerikaSerikat atas dukungannya terhadap SBY. Berbeda ketika Ibu Megawati menjadiPresiden. AS saat itu marah ke Indonesia karena terlalu keras menolak aksiserangan terhadap Irak. Sikap Bu Mega terbukti benar, Timur Tengah menjadiberantakan. Hal-hal seperti ini yang harusnya membuat AHY malu,” beber mantanaktivis 98 ini.

 

Tak hanya itu, Kader nasionalis ini juga menilai SBYterlalu nurut kepada tekanan asing, sehingga biaya masuk produk-produk pertaniantermasuk beras menjadi nol persen. Terjadi liberalisasi di bidang ekonomi danpangan.

 

“SBY merubah model politik Indonesia sangat liberaldemi ambisi menang Pemilu 300 persen. Tidak pernah ada rejim otoriter sekalipun mampu menaikkan 300 persen.Semua dengan kecurangan massif,” tandas Wanto.

 

Pria yang akrab disapa Klutuk ini juga mengingatkanagar AHY jangan mempertanyakan komitmen Presiden Jokowi yang keberhasilannya berlipat-lipatdari 10 tahun ketika berkuasa.

 

“AHY juga harus malu pada bangsa dan negara, ketikaPemerintahan SBY melakukan kriminalisasi terhadap mantan Ketua KPK Antasari. Jadimalulah pada diri sendiri. Lebih baik AHY menebus kesalahan bapaknya danmenanggung rasa malu akibat kriminalisasi hukum dan berbuat yang terbaik,” paparnya.

 

Wanto juga mengaku khawatir nanti orang akan menilaipernyataan AHY akibat minimnya pengalaman. Di dunia militer pun, AHY kanpangkatnya baru memimpin 50 orang paling banyak.

 

“Jadi belajarlah dulu sebagai pemimpin agar obyektif.Lalu saya juga mau tanya apa yang dilakukan 10 tahun SBY dalam mendamaikankonflik Palestina-Israel?? Padahal waktunya 10 tahun loh,” katanya.

 

Wanto juga mengingatkan AHY jangan suruh anak buahnyanimpali kritik pada dirinya. “Saya hanya mau berdebat langsung dengan AHY,terserah dimanapun oke,” paparnya.

 

Lagi-lagi, Wanto meminta AHY harus banyak belajartentang sejarah lahirnya Indonesia, isi konstitusi dan peraturan pemerintahterkait hubungan Indonesia dengan Israel yang tertuang dalam permenlu Nomor 3Tahun 2019.

 

Dengan menerima Israel di Indonesia, masih kata Wanto,tentu melukai hati rakyat Palestina, sebab Palestina-lah yang memberi dukunganuntuk kemerdekaan bangsa Indonesia serta mengajak negara-neagra Timur Tengahuntuk melakukan hal serupa.

 

“Orang minim pengetahuan akan data, sejarah danperaturan pemerintah ya begini modelnya. Lagi pula, saya yakin sekali bahwapembatalan tersebut tidak mungkin hanya karena faktor dua pemerintah daerahtersebut. Masa FIFA selemah itu sih? Yang seharusnya kita tekan bersama adalahalasan dibalik keputusan FIFA atas pembatalan itu,” pungkasnya.

 

“Jika AHY terus mendeskreditkan pemerintah, REPDEM akanberdiri paling depan membela Presiden Jokowi,” tegasnya.

 

Redaksi 


Tag:

Berita Terkait

News

Surga Kopi Sumatra Hadir di Medan, Cicipi 45 Kopi Terbaik Tanpa Harus Keliling Pulau

News

Jusup Ginting: Pertamina Harus Segera Pastikan Kapan Berakhirnya Antrean BBM di Medan

News

Ini Enam Danau Memukau di Indonesia, Danau Toba Juaranya

News

Uang Korban Scam Rp200 Miliar Selamat, OJK Blokir Ratusan Ribu Rekening Bank

News

Persaingan Ketat, John Herdman Pilih Pemain yang Paling Siap Bela Indonesia di ASEAN Championship 2026

News

BBM Langka di Medan, Robi Barus: Pemko Medan Harus Segera Koordinasi Dengan Pertamina