Kitakini.news – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara(Pemprovsu) kekurangan 12.000 guru di daerah terpencil. Hal ini disebabkankebanyakan guru hanya mau bekerja di kota.
"Saat ini kami kekurangan 12.000 guru yang mauditempatkan di daerah, karena sekarang guru kebanyakan hanya mau bekerja dikota saja," kata Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi di Medan melaluiketerangan tertulis, Selasa (5/4/2023).
Edy juga mengungkapkan bahwa Pemprovsu saat ini sedangmembangun Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 di Kecamatan Bandar, KabupatenSimalungun. Pembangun ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia(SDM) siap pakai di Kecamatan Bandar.
Kecamatan Bandar adalah salah satu kawasan pemukimanyang dekat dengan Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Sei Mangkei. Maka dari itu, Edy inginputra-putra daerah bisa bersaing menjadi tenaga kerja di kawasan tersebut. Salahsatu upayanya yaitu dengan membangun sekolah.
"Daerah ini dekat dengan KEK Sei Mangkei, sayaingin putra-putra kita nanti yang bekerja disana, karena itu SDM kita harus ditingkatkan,"tegasnya.
Edy juga menekankan, setelah Lebaran dana untukpembangunan SMK Negeri 1 Bandar, sudah bisa digunakan. Karena itu, Edy memintaBupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga untuk menyelesaikan administrasilahan dan desain SMKN 1 Bandar.
"Habis Lebaran dah turun uangnya, jadi PakBupati, siapkan semua kebutuhannya, lahannya juga desainnya biar cepat iniselesai," ucap Edy.
Sementara itu, Bupati Simalungun Radiapoh HasiholanSinaga mengatakan SMK sangat dibutuhkan di Kecamatan Bandar. Dearah yang dekatdengan KEK Sei Mangkei ini menurutnya butuh SDM unggul yang siap bekerja.
"Ada sekitar 88 ribu masyarakat Kecamatan Bandardan dekat dengan KEK Sei Mangkei, jadi kita di sini butuh SDM siap pakai, kamibersyukur Pak Gubernur mau membangun SMK di sini," beber Radiapoh.
Redaksi