Kitakini.news - Industri serpih porang kekurangan bahan bakudi Provinsi Riau. Daerah ini hanya mampu memenuhi kebutuhan porang 2 ton dari18 ribu ton produksi per tahun. Pabrik porang harus memasok komoditas pertanianini dari provinsi lain di Sumatera.
Industri serpih porang atau konjac chips di KecamatanTualang, Kabupaten Siak, Riau kesulitan mendapatkan suplai bahan baku selamasatu tahun beroperasi. Rendahnya produksi porang di Riau memaksa industrimencari pasokan dari provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sumatera Barathingga Lampung.
Salah satunya PT Mitra Porang Nusantara yang harus menambahbiaya transportasi dari sentra pertanian ke Riau. Akibatnya, harga porang ditingkat petani menjadi lebih rendah, yakni Rp2.500 hingga Rp2.700 perkilogram.Sementara jika ditanam di Riau, industri porang mampu membeli 4000 perkilogram.
Pemilik usaha berharap Pemerintah Provinsi Riau meningkatkansosialisasi porang sebagai tanaman sehat pengganti beras yang sudah dicanangkanPresiden Joko Widodo. Peningkatan produksi juga mendorong kesejahteraan petanimelalui swasembada porang.
Salah seorang pengusaha Porang, Deny Welianto, Rabu(5/4/2023), menyebutkan untuk saat ini masih kecil dimana untukkebutuhan kita 18.000 ton per tahun. Riau hanya memberikan 2 persen darikebutuhan. Dari Pemprov Riau maupun kabupaten masih belum aktif.
Selain sebagai bahan makanan, komoditas ekspor ini jugadimanfaatkan menjadi bahan baku tepung, kosmetik, lem dan penjernih air. Negaratujuan ekspor porang potensial antara lain China dan Jepang.
Kontributor: Azzareen