Kitakini.news – Stadion sepak bola yang berada diwilayah Siosar, Kabupaten Karo merupakan salah satu fasilitas wisma atlet untukPemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi SumateraUtara (Pemprovsu) dari APBD Tahun 2021-2022.
"Itu anggaran 2021-2022. Digunakan untuk wismaatlet dan membangun lapangan sepakbola sebagai tempat latihan di Siosar,"kata Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, HendroSusanto kepada wartawan melalui sambungan seluler di Medan, Rabu (12/4/2023).
Hal ini dikatakan Hendro terkait didugaterbengkalainya stadion di wilayah Siosar, Kabupaten Karo yang menjadi sorotan,karena hingga kini belum bisa digunakan meski sudah menghabiskan miliaranrupiah dari APBD Sumut.
Hendro mengungkapkan, pada tahun ini anggaran yang adauntuk lokasi olahraga itu hanya Rp3 miliar. Anggaran itu digunakan untukmelengkapi lantai dua wisma atlet, yaitu untuk pemasangan keramik.
"Yang bikin kita kecewa adalah perencanaan tahun 2022tidak dilanjutkan pada perencanaan di tahun 2023. Maksudnya lapangan sepak bolaitu kondisinya, mohon maaf, masih jauh dari sempurna. Penimbunan segalamacam," cetus Hendro.
"Ini perencanaan yang tidak kokoh. Pembangunan WismaAtlet Siosar itu Rp21.482.794.587. Itu untuk dua lantai. Lantai satu clear.Lantai dua enggak ada itu keramiknya dan enggak selesai. Berarti ada kegagalandalam perencanaan," bebernya.
"Niat Saudara Gubernur Sumut (Gubsu) adalah inidilakukan bagian dari Pelatda jangka panjang. Ini harusnya bisa dipakai di 2023ini untuk Pelatda. Untuk atlet-atlet yang berlaga di PON 2024. Karena bagi sayapribadi, anggaran yang sudah ada itu sangat besar. Sedangkan untuk lapangansepakbola, ini Rp11.632.415.211. Ini tak selesai. Kami miris. Ini lapanganlatihan. Ini enggak jadi. Baru habis untuk pengerukan," terang Hendro.
Maka dari itu, sambung Hendro, pihaknya berharappersoalan ini dibuka secara terang-benderang oleh Pemprovsu dan Gubsu EdyRahmayadi mengambil tindakan terkait hal ini.
"Sementara di 2023, tak ada lanjutan darilapangan ini dan harus dibuka secara terang benderang. Ada apa ini. Siapakontraktornya. Ini harus diusut tuntas. Saudara Gubsu harus ambil alih ini.Jadi sangat disayangkan sekali, total anggaran Rp33 miliar ini, tak tuntas.Belum bisa dipakai. Berarti ada kesalahan dalam perencanaan," pungkasnya.
Seperti diketahui, persoalan ini awalnya disampaikanoleh Ketua Komisi E DPRD Sumut, Edi Surahman Sinuraya jika stadion yangdibangun oleh Pemprovsu di Siosar tidak bisa dipakai. “Kami melihat dengan anggaran yang sudah dianggarkansejak 2022, namun lapangan bolanya tidak siap untuk dipakai," ucap Edi.
Edi menilai kondisi ini sangat fatal. Hal itu karenaanggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan stadion itu sangat besar. "Itu yang saya lihat sangat fatal, tidak efisienanggaran, perencanaannya itu tidak matang. Untuk latihan saja kok sampai puluhanmiliar kita menghabiskan dana di sana. Sudah habis pun dana itu tidak bisadipakai, kurang lebih Rp33 miliar," cetusnya.
Redaksi