Kitakini.news – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara(Pemprovsu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura (DKP) serta DinasPerindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar memprioritaskan pengalokasianpupuk subsidi ke Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat. Sebab, ketiga daerahtersebut merupakan pemasok sayur-mayur dan buah-buahan terbesar di Sumut.
"Kita tahu ketiga kabupaten itu hampir 80 persenmasyarakatnya menggantungkan hidup di sektor pertanian, bahkan termasuk daerahyang memenuhi kebutuhan sayur-mayur di Sumut dan terbesar diproduksi dari Karo,"kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Salmon Sumihar Sagalakepada wartawan melalui sambungan seluler di Medan, Rabu (12/4/2023).
Menurut Salmon, saat ini petani sangat membutuhkanpupuk bersubsidi dengan memprioritaskan pengalokasiannya ke ketiga kabupatentersebut, mengingat pemakaian pupuk sangat banyak dibutuhkan.
"Kita tahu, ketiga kabupaten yang merupakanmemiliki areal pertanian yang luas, selalu kekurangan pupuk bersubsidi. Sehinggaperlu diprioritaskan pengalokasiannya, agar petani tidak lagi mengalami gagal panendan keberpihakan pemerintah akan terlihat jelas dan nyata," tandasnya.
Hal ini dikatakan Salmon merespon aspirasi masyarakatmelalui kegiatan reses di ketiga kabupaten tersebut dan berharap menjadiperhatian serius dari Pemprovsu guna mengurangi penderitaan petani yang terusmengalami krisis pupuk setiap musim tanam dan pemupukan tiba.
“Sebenarnya, jauh-jauh hari kita di lembaga legislatiftelah mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) kelangkaan pupuk bersubsidi.Tapi hingga kini belum terealisasi, sehingga masyarakat berharap agar dibentukpengawasan pendistribusian pupuk secara maksimal," ungkap politisi PDIPerjuangan ini.
Salmon menjelaskan bahwa pengawasan ini dibentuk untukmelakukan monitoring agar pupuk bisa aman sampai ke tangan petani. Sehingga parapetani memperoleh jatah pupuk bersubsidi sesuai Rencana Definitif KebutuhanKelompok Tani (RDKK), sehingga kebutuhan tanaman petani bisa terjamin.
"Jika kebutuhan pupuk petani disalurkan secaratepat sasaran sesuai dengan RDKK, dipastikan petani tidak akan kekuranganpupuk, sebab kuota pupuk bersubsidi telah terpenuhi, tentunya kehidupan petanibisa terbantu dan tidak merasa resah lagi akibat kekurangan jatah pupuk,"pungkasnya.
Redaksi