ARS: Akhiri Perdebatan Soal Pribumi dan Non Pribumi

- Selasa, 18 April 2023 12:05 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202304/ARS2.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), AbdulRahim Siregar meminta perdebatan Wakil Walikota Medan Aulia Rachman dan RudyHermanto terkait ungkapan pribumi dan non pribumi sebaiknya jangandilebih-lebihkan. Sebab, seolah-olah ada yang tertuduh salah dan ada yangdianggap benar.

“Kitatidak boleh terperangkap pada pemaknaan diksi pribumi dan non-pribumi serta Rasis,”ujar Abdul Rahim Siregar kepada wartawan melalui sambungan seluler dari Medan,Selasa (18/4/2023).  

Wakilrakyat yang akrab disapa ARS ini menjelaskan, adalah benar sejak setelahreformasi sampai sekarang keberadaan serta peran seluruh etnis sudahmewarnai seluruh kehidupan dengan segala dinamikanya.

Bedadengan sebelum reformasi, lanjut ARS, beberapa dekade terakhir ini merekabukan hanya berkecimpung di dunia bisnis/perdangan saja, tapi sudah masuk kelembaga DPR/DPRD.

“SepertiSofyan Tan di Senayan, Hasyim sebagai ketua DPRD Medan dan juga KepalaImigrasi yang di Jalan Gatot Subroto juga dari etnis tionghoa. Artinya bahwaketika seseorang sudah memiliki KTP, berarti statusnya sama dengan etnis atausuku yang lain seperti suku Jawa, Batak, Sulawesi, Kalimantan dan lainnya,”papar ARS

“Dansebenarnya kita semua setara dan memiliki peran sama dalam membangun negerikita yang tercinta. Yang kita tidak sepakat dan setuju adalah ketika adaorang-orang di luar etnis dan suku di Indonesia melakukan upaya untuk memecahbelah persatuan dan kesatuan kita,” beber Politisi PKS ini.

“Kemudian,yang kita tidak terima adalah ada pihak-pihak/antek-antek yang memanfaatkansituasi kondisi kebersamaan dan kekompakan untuk kepentingan kelompoknya danyang sangat berbahaya pihak-pihak yang merasa bahwa etnis/sukunya paling tinggidan hebat dibanding etnis/suku lain,” pungkasnya. 

Menurut ARS,ungkapan kata-kata pribumi dan non-pribumi serta rasis juga kurang tepatdipakai sebagai diksi pembicaraan dan diskusi, karena dikhawatirkan dapat memicu dan mengusik kebersamaan dan kesetaraan selama ini yang sudah dijalindan dibangun bersama. 

“Karenakalau kita lihat lebih dekat dalam referensi literasi dan Wikipedia sudah jelasbahwa Pribumi Nusantara, Pribumi Indonesia disebut juga sebagai BumiputraIndonesia adalah istilah yang mengacu pada kelompok penduduk asli yang berasaldari wilayah kepulauan Indonesia,” terangnya.

Sedangkanrasisme, sambung ARS, adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yangmenyatakan bahwa perbedaan biologis ras manusia menentukan pencapaian budayaatau individu.

“Bahwasuatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yanglainnya dan inilah yang sangat berbahaya bagi kita dalam membangun Indonesiadalam bingkai adat dan budaya yang dikawal oleh persatuan dan kesatuan bangsaIndonesia,” tandasnya.

AbdulRahim merupakan wakil rakyat yang berasal dari Dapil Sumut 7/Tabagsel yangtahun lalu sudah dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua Umun DPP ForumMasyarakat Dalihan Natolu (Formadana) oleh Edy Rahmayadi Gelar MangarajaSojuangon Perkasa Alam Nasution sebagai ketua Dewan Pembina Formadana.

 

 

 

Redaksi

 

 


Tag:

Berita Terkait

News

Perkara 20 Kg Sabu Hendak Dikirim ke Aceh, Hakim Cecar Polisi soal Bandar

News

Diduga Mencuri Kabel, Seorang Pria Tewas Tertimbun Longsor dalam Gorong-gorong Petisah

News

Polisi Peduli Pangan, Polrestabes Medan Tebar 16.000 Bibit Lele dan 1.997 Gurame

News

Pelatih Persija tak Terkejut Diimbangi PSMS 1-1 di League Cup: Pemain Kami Melakukan Kesalahan

News

Cetak Gol Penyeimbang, Phillerson Sebut PSMS Layak Menang Lawan Persija

News

PSMS Medan Tahan Persija 1-1, Eko Purdjianto Ungkap Penyebab Kebobolan dan Perubahan Taktik