Ratusan Jemaah Tareqat Naqsabandiyah di Deliserdang Menggelar Salat Idul Fitri

- Kamis, 20 April 2023 16:24 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202304/naqsabandiyah_id.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Deliserdang,Sumatera Utara, lebaran lebih awal dengan melaksanakan salat Idul Fitri atau salatId 1444 hijriah, pada Kamis (20/4/2023) pagi.

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah menetapkan 1 Syawal 1444Hijriah berdasarkan metode perhitungan hisab qomariah Naqsabandiyah.

Bertempat di Pondok Pesantren Darusshofa yang berada diJalan Kongsi, Desa Marendal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang,ratusan jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidyah Jalaliyah melaksanakan ibadahsalat Id secara berjemaah.

Sekitar 300 jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al KholidyahJalaliyah melaksanakan salat Id dua rakaat dengan tujuh kali takbir yangdipimpin Syekh Muda Nur Zikri. Para jemaah Naqsyabandiyah tampak khusyukmelaksanakan salat Id.

Naqsabandiyah diketahui memiliki metode yang berbeda denganpemerintah dan ormas Islam lainnya dalam menetapkan awal Idulfitri.

Mereka berkeyakinan penetapan 1 Syawal 1444 Hijriahmenggunakan metode hisab Qomariah Naqsabandiyah. Metode penetapan 1 Syawal 1444Hijriah ini berbeda yang biasa digunakan yakni metode hisab dan rukyatul hilal.

Menurut jemaah, Syekh Muda Markum menyebutkan penetapan 1Syawal 1444 Hijriah sudah diputuskan oleh dewan Mursidin Tarekat Naqsabandiyah,Bandar Tinggi, Simalungun, Sumatera Utara, berdasarkan metode perhitungan hisabqomariah Naqsabandiyah.

"Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidyah Jalaliyah dalammenentukan satu Ramadhan maupun 1 Syawal melalui metode hisab qomariah dan itusudah dilaksanakan dan dibuat oleh majelis fatwa di Bandar Tinggi yang dipimpinlangsung oleh tuan guru,” ujar Syekh Muda Markum.

Syekh Muda Markum juga mengatakan, meski mengalami perbedaandalam pelaksanaan 1 Syawal 1444 Hijriah, jemaah Naqsyabandiyah berharapperbedaan itu tidak menjadi masalah dalam melaksanakan ibadah.

“Kita senantiasa berkomitmen dinamika itu wajar dan itumenjadi rahmat. Apa pun perbedaan, hanya itu pemersatu silaturahmi bagi kitasemua," katanya.

Usai melaksanakan ibadah salat Idulfitri, para jemaahNaqsabandiyah Al Kholidyah Jalaliyah kemudian bersalam-salaman saling memaafkansatu dengan yang lainnya, kemudian diteruskan dengan makan bersama.

Kontributor: Azzareen


Tag:

Berita Terkait

News

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

News

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

News

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

News

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

News

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

News

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara