Kitakini.news – Ditengah kianterkikisnya sikap santun di negeri ini, sejumlah kisah keteladanan munculdiacara Halal bi Halal Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) yang digelar di Medan,Minggu (30/4/2023).
Acara tersebut dihadiri Ketua UmumJBMI H Arif Rahmansyah Marbun yang disambut hangat ratusan kader JBMI seSumatera Utara.
Hadir Ketua Harian DPP JBMI, FaisalAlfansury Simanjuntak, Ketua DPW JBMI Sumut, Iqbal P Simangungsong, Wakil KetuaDPW JBMI Sumut Arifai Tambunan serta perwakilan dari unsur pengurus lainnya.
Selain itu juga hadir Waketum DPPJBMI Lokot Nasution, Waketum DPP JBMI Adlin Tambunan yang juga Wakil BupatiSerdang Berdagai, Ketua DPP JBMI Aminullah Siagian, Hasbi Simanjuntakselaku Sekretaris JBMI Sumut, Ichwan Habib Nasution selaku bendahara DPW Sumut,serta Zulkifli Sitorus Wakil Ketua DPW Sumut dan tokoh lainnya.
Selain menggelar forum diskusitentang penguatan visi dan misi, pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan SKDPC JBMI se Sumut.
Dalam agenda forum diskusipenguatuan misi dan misi, JBMI juga membahas persiapan pelantikan pengurus DPCJBMI kabupaten/kota di Sumut yang akan digelar Juni 2023 mendatang, sertalaporan kegiatan-kegiatan masing-masing DPC.
"JBMI bukanlah ormas biasa. Iniormas istimewa. Kadernya datang dari beragam latar. Mulai ulama, kalanganlintas ormas islam, politisi dari berbagai lintas partai, birokrat,akademisi, kaum profesional, hingga pengusaha. Spirit Dalihan Na Tolu menjadipegangan kuat JBMI," ujar Arif dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu, Arif juga mengingatkanbahwa dengan spirit Dalihan Na Tolu, sebuah falsafah Batak yang membawa pesannasionalisme, bisa memperkuat nilai luhur dan penuh dengan harapan terwujudnyamasyarakat yang hidup sejahtera serta selamat dunia dan akhirat.
"Budaya (Dalihan Na Tolu,red)ini harus terus kita jalankan untuk mencegah keroposnya nilai-nilai luhur yangmelekat dalam bangsa ini," cetus Arif Rahmansyah, Ketua Umum JBMI yangjuga Staf Khusus Wakil presiden RI.
Karena 'spirit' itulah, lanjut Arif,gerakan JBMI diketahui banyak membuat keteladanan, diantaranya yang teranyarterlapor di acara itu.
“Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel)misalnya, secara kolektif, JBMI bahu-membahu menggerakan program pembinaanterhadap mualaf. Kami tak ingin para mualaf kembali kehilangan arah karenatidak mendapat wawasan tentang Islam sejak mereka mengucap syahadat," kataseorang pengurus DPC JBMI Labusel.
Di Labuhan Batu Utara (Labura), JBMIbahkan turut terlibat dalam merancang pembangunan daerahnya, dan menjalankanprogram gerakan panen raya bersama 8000 petani dan pembinaan terhadap pesantrendi daerah tersebut.
“Dan banyak laporan dari DPC kabupaten/kotalainnya yang saling menginspirasi dan menjadi teladan,” tandasnya.
Redaksi