Kitakini.news – Untuk mengantisipasicuaca dinamis dan ekstrem yang terjadi dibeberapa wilayah Sumatera Utara(Sumut), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lainnya sangat diharapkan perannya.Mulai dari perkiraan, kesiapsiagaan hingga penanggulangan terkait bencana.
Kepala Bidang Kedaruratan danLogsitik BPBD Sumut Yosi Sukmono mengatakan kondisi cuaca panas yang melandasebagian besar wilayah Sumut dalam dua bulan terakhir, tetapi juga sempatberubah secara cepat dalam tempo beberapa jam. Seperti yang baru saja terjadidi kawasan Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang pada akhir pekan lalu,dimana curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai, menyebabkan bencana banjirbandang di pemandian alam Sembahe dan sekitarnya.
Yosi Sukmono menyebutkan pentingnyalangkah antisipasi yang diawali dengan kesiapsiagaan dalam hal penanganan cepatkebencanaan. Sebab bencana cenderung berulang di lokasi yang berdekatan.Karenanya diperlukan atensi serta peringatan dari lembaga terkait, termasukdalam rangka pencegahan.
“Perlu kita tingkatkan kewaspadaan,sehingga peran itu tidak hanya dilakukan pada saat terjadi bencana. Kitamelakukan evakuasi, bantuan logistik, atau informasi sebelum terjadi bencanaitu (biasanya) bisa diperkirakan. Tentu ini harus diantisipasi,” kata Yosi diMedan, Sabtu (6/5/2023).
Yosi juga mengaitkan antisiapsitersebut dengan bencana banjir bandang yang terjadi di kawasan pemandianSembahe akhir pekan lalu. Justru kejadian itu berlangsung saat cuaca pada pagihingga siang hari tergolong cerah.
“Saya ambil contoh di Sembahe itu,informasi BMKG memang ada intensitas hujan meningkat. Tetapi ini agak unik, diujung dan pangkal dari wilayah itu intensitas hujan tidak tinggi.Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.
Sebagai lembaga yang selalu dituntutkesiapsiagaaannya, Yosi menegaskan pihaknya senantiasa mengkondisikan seluruhperangkat seperti peralatan kebencanaan terutama petugas dalam kondisi siap.Sebab bencana bukan sesuatu yang diprogramkan atau sudah diketahui kapan dandimana akan terjadi.
“Kita memastikan semua peralatandalam kondisi baik, karena dilakukan pemeliharaan secara berkala. Ketika tidakada bencana, kita lakukan simulasi berkala. Begitu juga yang kami sampaikankepada BPBD kabupaten/kota. Jadi ketika ada bencana, kita sudah siap.Sebagaimana yang dilakukan BPBD Deli Serdang saat banjir bandang terjadi diSembahe, tim dari Deli Serdang langsung turun ke lokasi,” bebernya.
Yosi juga mengingatkan kepada masyarakatuntuk menjaga alam, sebab perusakan lingkungan menjadi satu pemicu terjadinyabencana. Jika keseimbangan terganggu, maka biasanya menimbulkan dampak buruksejalan dengan pengrusakan yang terjadi.
Sementara itu, Fungsional AhliPengamat Meteorologi dan Geofisika Muda, Balai BMKG Wilayah Medan, BudiPrasetyo mengatakan suhu panas memang melanda Sumut, namun apa yang dirasakandalam dua bulan terakhir, bukan termasuk suhu ekstrem. Karena kenaikannya tidaklebih dari 3’C, dari suhu rata-rata dalam lima tahun belakangan.
Adapun suhu panas dan kering yangmelanda, lanjut Budi, merupakan siklus cuaca di wilayah tropis dua musim. Saatini tutupan awan di Sumut, khususnya Kota Medan sangat kecil dan terpantauudara yang stabil dan kelembaban udara di wilayah lapisan atas cenderungkering, berkisar antara 28-60 persen.
“Proses pertumbuhan awan di wilayahSumut sangat tipis. Jadi cahaya Matahari yang sampai kita rasakan, tidak adapenghalang. Sehingga kita rasakan panas dan gerah. Apalagi kemarin kita rasakansaat puasa, terutama yang beraktifitas di luar ruangan,” paparnya.
Sedangkan terkait perubahan kondisicuaca yang cepat terjadi, masih kata Budi, dalam beberapa hari, bahkan di hariyang sama, dari panas kemudian hujan, Budi menyebutkan itu sering terjadi.Sebagaimana yang telah dirasakan beberapa hari terakhir di Kota Medan dansekitarnya, suhu cenderung dinamis.
“Kalau kita pantau hari ini suhuudara mulai normal. Karena dalam beberapa hari ini sudah terjadi hujan disejumlah wilayah. Jadi tidak sepanas bulan lalu,” sebutnya.
Untuk perkiraan cuaca, Budimenjelaskan peran BMKG yang terus memperbaharui informasi melalui rilisprakiraan cuaca yang dirilis pada pagi hari untuk periode satu hari. Termasukjuga prediksi kondisi cuaca dalam sepekan, juga akan disampaikan, baik melaluisitus, aplikasi BMKG maupun media sosial yang bisa diakses masyarakat.
“Biasanya kita rilis dari group Whatsapp,insagram dan lainnya. Untuk masyarakat yang menginginkan hal tersebut, bisamelihat dari media info BMKG, atau aplikasi info BMKG,” tuturnya.
Dengan begitu, lanjutnya, masyarakatbisa lebih waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem atau bahkan antisipasibencana banjir atau longsor, terutama yang disebabkan intensitas hujan tinggi,seperti di wilayah dataran tinggi. Sehingga masyarakat yang cepat mengetahuiinformasi, atau prakiraan, bisa lebih antisipatif.
Redaksi