PPDB Online, Parsaulian: Pemerintah Harus Optimalkan Jaringan Internet di Daerah Terpencil

- Kamis, 11 Mei 2023 16:43 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202305/parsaulian1.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news – Dinas Pendidikan Sumatera Utara(Disdiksu) diminta agar benar-benar mempersiapkan seluruh tahapan PenerimaanPeserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMA/SMK Negeri dengan baik.

“Meminimalisir kesalahan seperti seringnya jaringanerror sehingga aplikasi pendaftaran tidak bisa dibuka maupun persoalan kuota.Ini tentunya kesalahan yang hampir tiap tahun terjadi,” ujar Anggtota Komisi EDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Parsaulian Tambunan kepadaKitakini.news, melalui sambungan seluler dari Medan, Kamis (11/5/2023).

Hal ini dikatakan Parsaulian merespon dibukanyapendaftaran PPDB Online untuk tingkat SMA/SMK Negeri di Sumut, Senin(15/5/2023).

Menurut Parsaulian, di Sumut terdapat daerah-daerahyang jaringan internetnya tidak baik. Sehingga terkadang menyulitkan masyarakatyang ingin membuka aplikasi pendaftaran masuk SMA/SMK Negeri melalui jalur PPDBonline ini.

Maka dari itu, lanjut Parsaulian, pemerintah juga harusnyabisa mengoptimalkan akses jaringan internet di daerah-daerah terpencil,pegunungan, kepualauan maupun pesisir. Sehingga, masyarakat yang tinggalk didaerah tersebut tidak kesulitan mendapatkan jaringan internet.

“Jadi, pemerintah itu jangan hanya memperhatikanprogram guru terjauh, terdalam dan tertinggal saja. Dalam penerimaan siswa barusecara teknologi, pemerintah juga harus perhatikan dan optimalkan,” cetuspolitisi Partai NasDem ini.  

Parsaulian juga meminta, agar selama pelaksanaanPPDB Online ini dilakukan pengawasan ketat dari pihak arapat penagak hukum. Supayatidak terjadi hal-hal yang diinginkan oleh oknum-oknum yang terlibat dalamkepanitiaan penerimaan.

Selain itu dalam penerimaan siswa/i baru tingkatSMA/SMKNegeri ini, lanjut Parsaulian, jalur PPDB Online yang diterapkanterkadang mengorbankan SMA/SMK Swasta, khususnya yang berada di daerah tertentu.

Sebab, tambah Parsaulian, jika dalam penerimaan disuatu SMA/SMK Negeri yang ada di daerah belum memenuhi kuota, pemerintahmembuka kembali proses pendaftarannya.

“Jadi, apabila ada calon siswa/i yang tidak lulusdalam penerimaan PPDB Online, mereka bisa mendaftar kembali. Sehingga merekatidak jadi masuk ke SMA/SMK swasta sebagai alternatif yang ada di daerah tertentuitu. Yang akhirnya membuat sekolah swasta tidak kebagian siswa,” cetusnyaseraya menambahkan bahwa pembukaan kembali PPDB Online bisa  2 sampai 3 kali dibuka hanya untuk memenuhikuota. Jika belum terpenuhi kuota dibuka lagi.

“Ini yang menjadi keluhan sekolah swasta, khususnyadi zona Tapanuli Selatan (Tapsel), Kepulauan Nias. Banyak sekolah yang tidakmendapatkan kuota siswa. Harusnya PPDB Online juga memprioritaskan sekolahswasta. Karena, pendidikan ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja,melainkan masyarakat juga,” tandasnya.

 

 

Redaksi 


Tag:

Berita Terkait

News

PWI Sumut Lanjutkan Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, 900 Anggota Dapat Perlindungan

News

DPRD Sumut Tetapkan 7 Komisioner KPID Sumut 2026-2029, Tanpaa Petahana

News

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Dandim 0201/Medan, Letkol Fernando Batubara Resmi Jabat Komandan Baru

News

Sejumlah Lokasi Judi Tembak Ikan Diduga Beroperasi di Deli Serdang, Merek AB Disebut Kuasai Pasar

News

Setahun Hirup Udara Bebas, IRT Residivis Kembali Ditangkap Jual Ganja

News

Diskusi Reflektif Patria Sumut Soroti Tantangan Politik, Finansial hingga Dampak AI