Kitakini.news - Ruang audio visual kini telah ada di KotaPematangsiantar. Sarana ini bisa dijadikan sebagai alternatif dari kamu yanggemar baca buku, misalnya tentang sejarah kota, dimana informasi tampil secaravisual.
Ruang audio visual ada di Kantor Dinas Arsip danPerpusatakaan Pemko Pematangsiantar. Lokasinya ada di Jalan Merdeka persisberada di belakang Lapangan Pariwisata.
Sebagai tujuannya ruang diadakan agar tersedianya mediakhusus untuk tujuan pendidikan, pengajaran, penelitian dan rekreasi, memotivasipengguna agar lebih banyak memanfaatkan fasilitas perpustakaan, meningkatkandata ingat pengguna melalui bahan pustaka audio visual, di samping bahanbacaan, memperkenalkan sejarah dan budaya masyarakat Kota Pematangsiantarmelalui tampilan audio visual.
Ruangan ini telah diresmikan Walikota Susanti Dewayani, yangdiharapkannya dapat dapat memberikan informasi kepada anak-anak muda, khususnyaterkait sejarah Kota Pematangsiantar, Senin (15/5/2023).
Susanti menyampaikan, Dinas Arsip dan Perpustakaan dinilaiberperan penting untuk menunjukkan peradaban dan kemajuan suatu daerah. Arsip,lanjutnya, disebut bisa bercerita, yakni menceritakan bagaimana pada masa dahuluKota Pematangsiantar berdiri. Sehingga anak-anak atau generasi penerus bisamengetahuinya.
"Teman-teman di Dinas Arsip dan Perpustakaan sudahmulai bangkit dan berlari kencang. Dengan dukungan dari pihak-pihak terkait,kami mengucapkan terima kasih," sebutnya.
Mantan Direktur RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar inimenuturkan, seiring berjalannya waktu, anak-anak muda mungkin belum mengetahuiseperti apa dulunya kota ini.
"Jadi dengan arsip, kita bisa mendapat info. Sehingga adakesinambungan, agar anak-anak kita mengetahui," tutur dokter spesialisanak itu.
Tak lupa, Susanti juga mengucapkan terima kasih kepada BankSumut atas Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengadaan ruang audiovisual.
"Terima kasih juga kepada pihak-pihak terkait, sepertiPT STTC, Perumda Tirta Uli, BPJS Kesehatan, dan pihak lainnya," tutupalumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut.
Kontributor: Tumpal Tanjung