Kitakini.news - Wanita karir dan ibu rumah tangga (IRT) merupakan pekerjaanmulti talenta bagi seorang perempuan. Wanita Indonesia yang menjalani peran gandanya sebagaiwanita karir sekaligus ibu dari anak-anak kesayangannya.
Saat ini, perihal peran ganda seorang ibu jadi hallumrah. Peradaban memang menuntut demikian, setidaknya itu berlaku bagi wanitakarir.
Karir adalah impian. Sementara rumah tangga dan anak-anakadalah anugerah sekaligus tanggung jawab yang musti dipikul.
Demikian disampaikan Dina di sela kesibukannya padalomba memasak yang digelar PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di Graha Pelindo JalanLingkar Pelabuhan Kelurahan Belawan 1 Kecamatan Medan Belawan, Kota MedanSumatera Utara, memperingati Hari Ibu tahun 2022, Kamis (22/12/2022).
Bagi Dina, keduanya berlaku penting. Dia tak ingin meninggalkan suamidan anaknya, sekaligus juga tak mau melepaskan dunia komunikasi yangdicintainya dan telah digelutinya sejak lama. Toh, baginya selalu adakesenangan dalam tiap perjalanan yang dilaluinya.
Beruntung sang suami memberinya kebebasan untuk tetap berkarier selama keluargatetap jadi prioritas.
"Ini tanggung jawab yang tidak bisa saya tawar lagi. Saya coba jalankan(peran ganda wanita karir dan ibu rumah tangga)," kata Dina yangbekerja di PT Pelindo.
Dina harus pintar membagi waktu. Tak jarang, pekerjaandan kebutuhan untuk bersama anak musti dibagi dengan baik.
Dia merasa bangga sebagai ibu di Indonesia. Sebagai IRT harus mengurus keluarga sesuai naluri sebabpekerjaan wanita harus multi talenta.
Sebagai wanita karir, sesibuk apapun pekerjaan harus bisamembagi waktu untuk keluarga.
Sebisa mungkin momen yang sempit itu jadi waktu berkualitasantara IRT dengan keluarga. "Quality over quantity," kata dia.
Menanggapi maraknya perceraian suami istri saat ini, Dina menyebut karena tidakadanya komitmen dalam membentuk rumah tangga itu.
"Awalnya membentuk keluarga itu masih baik-baik saja. Lambatlaun ada masalah karena tidak ada komitmen maka terjadilah perceraian," kata Dina.
Proses berkeluarga itu katanya, kelebihan dan kekurangam harus salingmengapresiasi.
Perhatian, kepercayaan dan lainnya menjadi prioritas dalamkeluarga sehingga keputusan keduanya harus pada tempatnya.
Harapan Dina adalah bapak, ibu dan anak-anak harus majubersama sehingga sudah tua kelak tidak saling menyusahkan.
Kontributor: Desrin Pasaribu