Soal BP Dicopot dan Gubsu Minta Maaf, PSI: Ini Kekhawatiran Yang Sudah Diprediksi Atas Proyek MY

- Sabtu, 20 Mei 2023 11:56 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202305/Nezar.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news – Pencopotan BambangPardede dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Sumatera Utara tidak menghilangkan proses Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)dalam menjalankan tugasnya.

 

Dewan Pimpinan Wilayah PartaiSolidaritas Indonesia (DPW PSI) Sumut meminta Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu)harus transparan dan akuntable dalam perealisasian penggunaan APBD Sumut yangdiperuntukkan untuk kegiatan yang katanya Proyek Multiyears senilai Rp2,7Triliun.

 

“Dalam video Gubernur Sumut EdyRahmayadi yang meminta maaf kepada rakyat provinsi ini, itu sah-sah saja.Persoalan maaf, ya dimaafkan dalam Hablum Minannas. Tapi persoalan penggunaanuang negara harus sesuai dengan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan Nomor30 Tahun 2014 tetap harus diterapkan. Kalau proses APBD bisa diselesaikandengan minta maaf, maka seluruh kepala daerah dan pejabat negara lainnya akanminta maaf,” tandas Ketua DPW PSI Sumut H.M Nezar Djoeli ST kepadaKitakini.news melalui sambungan seluler dari Medan, Sabtu (20/5/2023).

 

Hal ini disampaikan Nezar Djoelimerespon pencopotan Bambang Pardede dari jabatannya dan video Gubsu Edy Rahmayadiyang meminta maaf kepada masyarakat Sumut baru-baru ini.  

 

Nezar juga meminta, BPK-RI benar-benarmelakukan audit terhadap penggunaan anggaran yang digunakan untuk pembangunanjalan dan jembatan yang terbalut dalam Proyek Multiyears senilai Rp2,7 Triliuntersebut.

 

Sebab, lanjut Nezar, pihaknya sejakawal sudah memprediksi bahwa Proyek Multiyears Rp2,7 Triliun sudah menualibanyak protes dan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan PSI Sumutsudah melakukan gugatan ke PTUN atas dugaan pelanggaran administrasipemerintahan atas persetujuan penggunaan APBD selama 3 tahun anggaraberturut-turut.

 

“Tapi harus kalah dengan adanyadugaan oligarki kekausaan yang mencampur proses-proses tersebut. Dan hari inisemua menjadi kenyataan, apa yang menjadi kekhawatiran PSI. Bambang Pardededicopot dan Gubsu meminta maaf,” cetus Nezar.

 

Selain itu, tambah Nezar, pihaknyajuga meminta BPK dan aparat penegak hukum agar melakukan audit investigasisemua proyek yang ada di Dinas PUPR Sumut.

 

“Sebagai orang nomor 1 di Sumut,Gubsu Edy Rahmayadi jangan bersembunyi ditempat terang, karena seolah-olahtidak paham atas situasional yang sedang terjadi di dalam tubuh Dinas PUPR.Sebab, semua atas persetujuan Gubernur atas usulan TAPD,” pungkasnya.

 

 

Redaksi 


Tag:

Berita Terkait

News

PWI Sumut Lanjutkan Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, 900 Anggota Dapat Perlindungan

News

DPRD Sumut Tetapkan 7 Komisioner KPID Sumut 2026-2029, Tanpaa Petahana

News

KPK Dalami Kaitan Nusron Wahid Dengan Uang Ratusan Miliar Diamankan dalam OTT

News

KPK OTT di ATR/BPN, Ketua DPP Golkar Fahd Arafiq dan 16 Orang Diamankan

News

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Dandim 0201/Medan, Letkol Fernando Batubara Resmi Jabat Komandan Baru

News

PFI Medan Gelar Doa Bersama untuk Lima Pewarta Foto yang Hilang Kontak di Selat Sunda