Kitakini.news - Tokoh Masyarakat Belawan H Irfan Hamidimenyoroti kehidupan sosial yaitu kemiskinan warga Kecamatan Medan Belawan, KotaMedan, Selasa (23/5/2023) melalui chatnya di WA group Ruang Publik Medan Utara.
Irfan Hamidi menilai Belawan sebagai kota dolar tidak pantaswarganya ada yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Dia prihatin melihat rumah-rumah yang dihuni warga diKelurahan Belawan Bahagia dan Bagan Deli sangat tidak layak baik yang di daratmaupun di atas laut.
Irfan Hamidi mengkritisi stakeholder yang menyatakan adapeningkatan taraf hidup warga di Belawan namun buktinya tujuh keturunan tetapmiskin.
“Daerah kumuh yang dihuni warga Belawan belum mendapatperhatian serius dari stakeholder untuk lebih meningkatkan kehidupan sosialmereka,” kata Irfan Hamidi.
Menurutnya, dia sering menyoroti kehidupan sosial wargaBelawan yang menghuni rumah tidak layak karena sangat kumuh khususnya di lokasiatas parit dan di atas laut.
Sementara itu, masalah sosial sudah disoroti pemerhatisosial seperti GNI menyatakan bahwa kemiskinan dalam kehidupan sosial dapatmemupus cita-cita, tetapi juga memicu masalah sosial di daerah pesisirKota Medan ini.
Satu bukti penyumbang angka putus sekolah di Belawanmencapai 1.500 anak. Pemerintah Kota Medan tidak cukup membangun infrastrukturuntuk membangun daerah Belawan.
Pembangunan infrastruktur tidak akan berhasil memutus matarantai kemiskinan di Belawan, jika faktor sumber daya manusia tidak diperbaiki.
Gugah Nurani Indonesia (GNI) dalam datanya menyatakananak-anak di Belawan memasuki kehidupan yang kelam begitu mereka berhentibersekolah.
GNI mengungkap fakta bagaimana putus sekolah melahirkanperkawinan anak, dan perkawinan anak berujung cerai dan kawin lagi. Kawin ceraiitu kemudian menciptakan kemiskinan baru dan keluarga-keluarga baru yangberpotensi juga rentan gagal.
Diharapkan stakeholder di Belawan lebih serius memperhatikankehidupan sosial yaitu kemiskinan warga Belawan yang sudah turun temurun.
Kontributor: Desrin Pasaribu