Kitakini.news – KementerianPekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Pemerintah Provinsi beserta DewanPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara diminta serius membangun Tempat PelelanganIkan (TPI) di Kota Tanjung Balai.
Sebab, kata Walikota Tanjung Balai WarisTholib, sejak berdiri 402 tahun lalu hingga kini, kota ini tidak memiliki TPI,sehingga mengakibatkan ratusan juta pendapatan asli daerah (PAD) dari sektorperikanan diambil daerah lain.
“Masyarakat disana sangat berharapTPI dibangun, karena potensi perolehan ikannya cukup besar, yakni 200 tonsehari yang ditangkap 15 ribu nelayan disana,” ujar Waris kepada Kitakini.newsusai menemui Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting di gedung dewan Jalan Imam BonjolMedan, Jumat (26/5/2023).
Kunjungan Walikota Waris danrombongan menyikapi pandangan Baskami yang menginginkan Kota Tanjungbalaimenjadi sentra perikanan di Provinsi Sumatera Utara, agar perekonomian disektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu sumber PAD.
Menyikapi hal itu, Waris mengakuisejak dua tahun memimpin Kota Tanjung Balai, pihaknya prihatin dengan kondisisektor perikanan yang tidak mampu menyumbangkan PAD.
“Selama ini, para nelayan kita bawaikan dan disimpan di gudang, sorenya diambil dengan kendaraan untuk dibawa kePekanbaru, Riau dan Belawan, di Kota Medan, karena kita tidak punya TPI,”tuturnya.
Waris mengungkapkan, dengan luas 60km persegi, 6 kecamatan, 31 kelurahan, 187 lingkungan, namun sebagian warga disana berprofesi sebagai nelayan karena lokasinya diapit dua sungai, yakniSungai Asahan dan Sungai Silau.
“Kita menyayangkan selama 402 tahunsejak Tanjung Balai berdiri, potensi nelayan ini tidak diberdayakan, padahaltangkapan ikan yang diperoleh 15 ribu nelayan disana cukup besar, yakni lebih 200ton sehari. Kalikan saja Rp1.000 per kilo, sekitar Rp200 juta sehari kita ambilPAD-nya,” bebernya.
Justru sebaliknya, para nelayanmembawa tangkapan ikan ke 98 gudang di sana dan tidak dibrdayakan, menunggudibawa ke Pekanbaru dan Belawan, yang memiliki TPI. “Ya PAD-nya ke sanalahkarena kita tak punya TPI,” keluh Waris.
Soal TPI yang ada di Kecamatan TanjungBalai, Kabupaten Asahan disisi Kecamatan Teluk Nibung, lanjut Waris, belumdioptimalkan sehingga diharapkan PAD di sana dapat dikelola dan masuk menjadiPAD Tanjung Balai.
“Yang jelas, kita berharapTanjungbalai memiliki TPI yang nanti dikelola Pemko, dan dapat memberikontribusi berupa PAD ke Pemprovsu,” ucapnya.
Lebih lanjut Waris menyebutkan,pihaknya sudah menyampaikan usulan kepada Pemerintah Kota Tanjung Balai, DPRRI, DPRD Sumut bahkan Kementrian PUPR dan Kementrian Kelautan di Jakarta.
“Kita berharap utamanya kepada PUPRuntuk serius membangun TPI di Tanjung Balai, karena ini sangat urgen,”tuturnya.
Selain TPI, sambung Waris, dirinyajuga memprihatinkan tidak adanya standar pembangunan yang jelas terkaitpembangunan kota berpenduduk 179 ribu jiwa itu.
Salah satu keinginan Waris adalah ingindilakukan pengelolaan sedimentasi pasir yang kini memprihatinkan, karenatercatat dalam setahun terjadi 6 kali banjir akibat rendahnya endapan pasirsungai.
Selain itu, pihaknya jugamengusulkan kepada Pemprovsu agar membantu RSUD Dr. Tengku Mansyur KotaTanjungbalai, yang sudah berusia lebih 50 tahun namun tidak pernah direnovasi.“Ini kita harapkan dapat dibantu Pemprovsu,” pungkasnya.
Redaksi