Kitakini.news – Kementerian AgamaRepublik Indonesia (Kemenag-RI) kekurangan guru dan tenaga kependidikan (GTK)di Madrasah Unggula sebanyak 342 orang. Hal ini dikethaui, dalam peta kebutuhanGTK pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Unggul tahun 2022 lalu.
Kekurangan itu tampak dari hasilperhitungan antara mata pelajaran dan rombongan belajar. Kekurangan ini juga diluar proses seleksi PPPK tahun 2022.
Direktur GTK Madrasah M Zain mengatakan,untuk memenuhi hal tersebut, dibuka seleksi calon GTK Madrasah Unggulan. Saat initotal ada 847 yang mendaftar dalam seleksi ini.
“Ada 35 MAN Unggulan yang menjadi binaanDirektorat Jenderal Pendidikan Islam, yaitu 23 MAN Insan Cendekia, 10 MANPenyelenggara Program Keagamaan (MAN-PK), dan 2 MAN Kejuruan (MAKN),” ujarnyadi Jakarta seperti dilansir dari laman resmi Kemenag.go.id, Senin (29/5/2023).
"Seleksi GTK Madrasah Unggulandiikuti para ASN, baik PNS maupun PPPK, yang bertugas di luar madrasahtersebut. Seleksi juga diikuti pendaftar Non ASN," ucapnya.
Dalam prosesnya, lanjut Zain, seleksiini juga melibatkan Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama danjuga Inspektorat Jenderal.
“Pelibatan dua unit eselon satu ini dimaksudkanagar sejak awal berbagai permasalahan kepegawaian dapat dimitigasi sejak dini,”tuturnya.
Zain mengungkapkan, ada sejumlah tahapanyang harus dikuti peserta, mulai dari seleksi berbasis computer (CBT) sertaberbasis domisili, hingga wawacara bagi mereka yang lolos CBT.
Dalam pelaksanaan CBT, sambung Zain, pihaknyamenggandeng UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kampus ini dinilai berpengalamansebagai tempat ujian kompetensi (TUK) pada pelaksanaan Uji Pengetahuan (UP)Pendidikan Profesi Guru.
"CBT sudah digelar. Wawancara akandigelar Juni 2023," ucapnya.
Zain menambahkan, soal seleksi disusunpara profesional untuk dapat menggali kemampuan pendaftar. Misal, soal untukcalon Kepala Madrasah, harus dapat menggali kompetensi leadership danentrepreneurshipnya.
Sedangkan aspek inovasi, kreatifitas danpeduli itu dilekatkan pada instrumen penjaringan guru yang profesional.
“Nanti pada tahap wawancara calon KepalaMadrasah, tim akan menggali komitmen, dedikasi, kompetensi leadership dan jugapemahaman moderasi beragama atau wawasan kebangsaan serta cinta tanah air. Inimenjadi konsern kita," bebernya.
Hal senada disampaikan Kasubdit BinaMA/MAK yang juga Ketua Pokja Moderasi Beragama Ditjen Pendidikan Islam, AnisMasykhur yang mengatakan penggalian dan penelusuran pemahaman moderasi beragamaatau wawasan kebangsaan ini menjadi prioritas karena MAN Unggulan inidipersiapkan untuk melahirkan calon pemimpin nasional.
"Para pendaftar harus mempersiapkansegala sesuatunya jika lulus di tahap CBT,” terangnya.
Pendaftar seleksi program ini sebenarnyamencapai 1.257 orang. Setelah dilakukan seleksi, hanya 827 yang memenuhi syaratadministratif. Sebarannya, 73 orang mendaftar dengan mendaftar 7 formasi calonkepala MAN IC, 607 orang mendaftar sebagai guru, sedang 147 lainnya mendaftar formasipembina asrama.
Untuk peserta calon Kepala Madrasah yanglolos tahap CBT akan diundang ke Jakarta dan diwawancarai oleh tim ekspert danpara stakeholder MAN Unggulan. Sedangkan untuk calon guru akan diwawancarai diMAN yang jadi pilihan pendaftar.
“Kami targetkan, pada akhir Juni 2023ini semua tahapan seleksi sudah terselesaikan. Sehingga, guru baru tersebutdiproyeksikan sudah mengajar pada tahun ajaran baru 2023/2024 di madrasahtujuan,” pungkas Anis.
Redaksi