Fenomena El Nino, Baskami: Stok Pangan Harus Aman Agar Tak Ada Lonjakan Inflasi

- Kamis, 01 Juni 2023 13:40 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202306/DPRD_Sumut.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara(Pemprovsu) harus menyediakan langkah antisipasi untuk menjamin ketersediaanstok pertanian agar tidak terjadi inflas. Sebab, fenomena cuaca ekstrem sepertiEl Nino berupa kenaikan suhu permukaan air laut dan kekeringan dapat berdampaklangsung kepada sektor pertanian.

 

"Sebelumnya saya memberikan apresiasi kepadaPemprovsu yang berhasil mengendalikan inflasi hingga bulan ini. Hal ini jugaharus disusul langkah antisipasi menjelang adanya cuaca ekstrem pada bulan-bulanberikutnya," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut kepadawartawan melalui keterangan tertulis yang diterima, Kamis (1/5/2023).

 

Hal tersebut disampaikan Baskami menanggapi imbauanDeputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung terkait fenomena El Nino dankaitannya terhadap inflasi diacara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan(GNPIP),  Rabu (31/5/2023).

 

Menurut Baskami, fenomena El Nino ini dapat mengganggumasa tanam dan panen, akibat kekeringan. Oleh karenanya, perlu dicegah dengankoordinasi yang kuat antar Stakeholder terkait.

 

"Ketersediaan stok pangan kita harus aman. Agartak ada kenaikan harga yang menyebabkan inflasi," imbuhnya.

 

Politisi senior PDI Perjuangan itu juga menerangkan,bahwa perlunya ketersediaan cadangan pangan pemerintah baik melalui Bulog, BUMDdan para petani. Sehingga tidak terjadi kenaikan harga karena stok menipis danketidakstabilan pasar.

 

Tak hanya itu, lanjut Baskami, peran Dinas Pertaniandalam penyiapan irigasi, pengairan ke area pertanian juga perlu disiapkan. "Saya berharap dengan sinergitas yang kuat antar StakeholderSumut mampu mengatasi dampak El nino," tambahnya.

 

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agungmengungkapkan bahwa fenomena El Nino hendaknya menjadi perhatian PemerintahPusat dan daerah. Baginya, bila dampak El Nino ini tidak diantisipasi makadapat menyebabkan inflasi tinggi yangberdampak luas ke sektor ekonomi lainnya,utamanya sektor riil.

 

"Maka GNPIP ini disusun dalam rangka Sinergi danInovasi Ketahanan Pangan, peningkatan produktivitas nilai tambah juga kerjasama antar daerah," tandasnya.

 

Yuda juga mengapresiasi atas Pemprovsu yang mampumengendalikan inflasi Sumut hingga kini.

 

"Pengendalian inflasi ini menggunakan baurankebijakan, tak hanya moneter atau kenaikan Suku Bunga, juga dengan sinergitas,konsistensi, inovasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkaitlainnya," tambahnya.

 

Seperti diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi danGeofisika (BMKG) memprediksi, adanya peluang sebesar 50-60 persen terjadinya ElNino di Indonesia pada semester kedua tahun 2023 dengan puncaknya diyakini padaAgustus.

 

Salah satu dampak El Nino yang sangat diwaspadaiadalah terjadinya gagal panen. Gagal panen ini akan membuat kurangnya komoditaspertanian yang berujung pada meningkatnya harga.

 

Berdasarkan BMKG, El Nino merupakan fenomenamemanasnya suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan itumeningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangicurah hujan di wilayah Indonesia.

 

 

 

Redaksi

 

 

 


Tag:

Berita Terkait

News

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

News

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

News

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

News

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

News

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

News

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara