Kitakini.news - Predikat Pematangsiantar sebagai kotatoleran perlahan mengalami kenaikan dari peringkat 56 ke 31. Kendati demikianposisi itu masih jauh dari daftar sepuluh besar yang pernah diraih padabeberapa tahun lalu.
Laporan Indeks Kota Toleran yang dikeluarkan SetaraInstitute, kota dengan motto Sapangambei Manoktok Hitei pernah berada di posisipertama pada 2015 atau masuk sepuluh sejak 2015-2018.
Walikota Pematangsiantar Susanti Dewayani menyampaikan,pihaknya terus berupaya mengembalikan predikat Pematangsiantar sebagai kotapaling toleran di Indonesia. Hal itu dikemukakannya saat menerima audiensipengurus Horas Bangso Batak (HBB), Selasa (6/6/2023).
Dalam pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan itu,Susanti menceritakan bagaimana Pemerintah Kota atau Pemko terus berupaya untukmengembalikan Pematangsiantar yang merupakan kota heterogen ini menjadi kotapaling toleran.
"Kota Pematangsiantar sempat terlempar di posisi 56.Namun di tahun 2022 naik ke peringkat 31. Jadi kita sudah naik peringkat,"sebut mantan Direktur RSUD dr Djasamen Saragih Pematang Siantar ini.
Lebih lanjut, dokter spesialis anak ini mengatakan,toleransi telah menjadi salah satu fokus Pemko yang tertuang dalam RencanaPembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pematangsiantar.
"Dalam hal ini, saya mengajak pengurus HBB untukberkolaborasi dalam membangun Kota Pematang Siantar," sebut alumni FakultasKedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Yogyakarta tersebut.
Pertemuan itu turut hadir para Asisten dan Staf Ahli, KepalaBadan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pematangsiantar Ali Akbar,Sekretaris DPC HBB Pematangsiantar Ramson Sinaga, serta sejumlah penguruslainnya.
Ketua Umum DPP HBB Lamsiang Sitompul SH MH mengutarakan,kehadiran pihaknya selain bersilaturahmi, juga untuk melaporkan kehadiranorganisasi HBB ke Pemko Pematangsiantar.
Sementara itu, Ketua DPC HBB Kota Pematangsiantar Dony WatyPurba menambahkan, kehadiran mereka untuk memperkenalkan kepengurusan baru dandalam waktu dekat akan melaksanakan pelantikan pengurus.
Masih kata Dony, organisasi HBB dengan slogan "Tampaknado tajomna, rim ni tahi do gogona" siap berkolaborasi dalam pembangunandengan Pemko Pematangsiantar.
"Kita berharap dilibatkan ataupun diundang dalamkegiatan-kegiatan Pemko Pematangsiantar," tandasnya.
Kontributor: Tumpal Tanjung