Kitakini.news - Sebanyak 152 titik e-parking yang ditetapkan Pemerintah Kota Medan ternyata mampu mencegah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir.
Digitalisasi dalam sistem perparkiran ini dipamerkan Asisten Administrasi Umum Setdako Medan Ferry Ichsan mewakili Walikota Medan Bobby Nasution saat menerima kunjungan rombongan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2023 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Selasa (13/6/2023).
"Inovasi ini untuk memberikan pelayanan publik yang optimal sekaligus mencegah terjadinya kebocoran PAD dari retribusi parkir," ungkapnya di Ruang Rapat III Kantor Walikota Medan, Selasa (13/6/2023).
Selain itu, ungkap Ferry, untuk mengatasi peningkatan pengangguran Pemko Medan menghadirkan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Ketenagakerjaan (Siduta) melalui kerjasama yang dibangun dengan berbagai perusahaan dan instansi. Siduta menjadi sarana bagi masyarakat mencari dan melamar pekerjaan.
"Barangkali e Parking dan Siduta ini dari menjadi contoh dari berbagai layanan publik yang terintegrasi dengan teknologI," ujarnya didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sutan Tolang Lubis, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, dan Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Baginda P. Siregar.
"Kami berharap para peserta dapat memperoleh informasi dan pemahaman sebanyak mungkin untuk dapat diterapkan atau menjadi masukan dalam menentukan kebijakan di daerah masing-masing," sebut Ferry di hadapan peserta VKN PKN Tingkat II Angkatan X yang dipimpin oleh Ahli Utama LAN RI, Purwastuti ini.
Sebagai informasi, kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari kebijakan, gagasan, strategi dan inovasi Pemko Medan terkait pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik.
Ferry mengungkapkan melalui Perwal No. 28 Tahun 2018 tentang Smart City, Kota Medan sudah mengadopsi Smart City sebagai upaya menerapkan perkembangan teknologi.
"Pada akhirnya seluruh kegiatan yang ada di lingkungan Pemko Medan akan terintegrasi menjadi satu tujuan. Hal ini juga memberikan transparansi setiap program kerja yang dilakukan Pemko Medan kepada masyarakat," sebutnya.
Sebelumnya, pimpinan rombongan VKN PKN Tingkat II Angkatan X, Purwastuti mengungkapkan terima kasih atas sambutan ramah Pemko Medan. Setelah memandu perkenalan seluruh peserta VKN, ia mengemukakan beberapa alasan menjadikan Medan sebagai lokus VKN.
Diantaranya peserta ingin mengetahui kondisi nyata, permasalahan dan tantangan dalam pelayanan publik di Medan dan bagaimana kebijakan, gagasan, strategi dan inovasi Pemko Medan terkait pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik.
Setelah pertemuan itu, para peserta VKN pun melanjutkan kunjungan ke Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Medan.
Redaksi