Kitakini.news – WargaDesa Pagar Merbau, Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang merasa terusik lantaranternak mereka akan diusir jika memasuki areal perkebunan sawit PTPN 2 DeliSerdang. Padahal selama ini, ternak sapi dan kerbau milik warga biasa digembalakandengan dilepas di areal perkebunan untuk tanpa adanya larangan.
Keterusikan warga tersebut berawal setelah mendapatkaninformasi, pihak kebun TGPM PTPN 2 akan mengusir ternak mereka dari dalam kebuntersebut. Puluhan warga pemiliki hewan ternak sapi dan kerbau selanjutnyamendatangi lokasi untuk mencegah hal itu terjadi.
“Ternak kita di sini makan rumputnya, bukan buahnya (sawit).Manajer dulu nggak melarang, manajer baru sekarang melarang. Setahun ini aktifdi sini ternaknya ratusan, gabungan punya masyarakat sekitar kebun dan punyakaryawan PTPN 2 juga,” ujar salah seorang warga bernama Adi di lokasi.
Menurut warga, alasan PTPN 2 melarang ternak memasuki arealperkebunan lantaran merusak tanaman tidak benar. Warga berdalih, ternak merekahanya mengonsumsi rumput perkebunan. Apa lagi kata warga, mereka betul-betulmenjaga agar ternak tidak merusak sawit yang baru ditana, .
“Kalau masalah kebun ini rusak jangan salahkan sapi ataikerbaunya, berarti kan perawatannya tidak ada. Mereka mengkambinghitamkanternak-ternak yang ada di sini. Kami tidak menggembalakan ternak di areal yangbaru ditanam. Intinya kami memohon kepada pihak PTPN 2, kami paham mana kebunyang harus kami angon (gembalakan), mana yang boleh dan mana yang tidak,” ucapAdi lagi.
Warga yang berusaha untuk berdialog dengan Manajer KebunTGPM PTPN 2, H Manurung, mengaku tak bisa menemuinya. Padahal, kepada HManurung, warga ingin berdialog mencari solusi bersama atas keberadaan ternaktesebut.
Bahkan, warga juga memperingatkan pihak PTPN 2, jika tetapternak mereka akan diusir, warga akan mengerahkan lebih banyak massa untukmelakukan protes.
“Walaupun peraturan itu tidak ada poin (keberpihakan) samakita, kami siap ke massa lah karena ini penghasilan kami, menambah penghasilanuntuk perekonomian keluarga. Kami berjanji, ternak tidak akan masuk ke lahan yang barutanam, kami siap menjaga keamanan di lahan yang baru ditanam,” ungkapnya.
Sementara itu, H Manurung yang dikonfirmasi Kitakini News,Rabu (14/06/2023) mengatakan, pihaknya tetap akan mengusir ternak warga yangmasuk ke areal kebun TGPM-PTPN 2.
“Kami tetap tidak mengizinkan ternak warga masuk keperkebunan karena merusak tanaman. Jika tetap ada ternak yang masuk, akandikenakan denda sesuai peratuan yang berlaku,” ungkapnya saat dikonfirmasimelalui panggilan WhatsApp.
Kontributor: Ony Kurniawan
Redaksi