Cara Tim Merdang Merdem Sambut HUT Kota Medan ke-433

- Sabtu, 17 Juni 2023 19:44 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202306/pemko_merdang_merdem.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Menyambut HUT Kota Medan ke-433, Tim Merdang Merdem gelar aksi gotong royong bersih-bersih sungai dan penanaman pohon di bantaran Sungai Babura, Sabtu (17/6/2023).

Aksi bertema 'Kolaborasi Medan Penuh Berkah, Bekerja, dan Berdoa Demi Merawat Kelestarian Lingkungan Kota Medan Tercinta' ini juga dilakukan pra Merdang Merdem yang dilakukan setiap tahunnya. Merdang Merdem ini disebut Kerja Tahun, adalah sebuah perayaan suku Karo.

Ketua Umum Panitia Merdang Merdem Nuansa Cinor Kaban mengungkapkan aksi ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan  Tim Merdang Merdem terhadap Pemko Medan dibawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Khususnya terkait dengan pelestarian lingkungan. 

Pada aksi bersih-bersih sungai dan penanaman pohon ini melibatkan berbagai unsur masyarakat khususnya yang tinggal di kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru. Hadir tokoh masyarakat Sumut Baskami Ginting, Camat Medan Baru diwakili Sekretaris Camat Muhammad Hafiz.

Dalam kesempatan ini, Sekcam Medan Baru mengatakan atas nama Pemko Medan mengucapkan apresiasi digelarnya aksi bersih-bersih sungai dan penanaman pohon dalam rangka Pra Merdang Merdem sekaligus menyambut HUT Kota Medan ke -433 tahun.

"Kami sangat mengapresiasi aksi ini. Sebab kegiatan ini  sejalan dengan program prioritas bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution khususnya di bidang kebersihan," Jelasnya.

Sekcam mengungkapkan pihaknya siap membantu untuk mensukseskan kegiatan pra Merdang Merdem ini. "Pada aksi ini kita juga menurun sejumlah petugas P3SU guna membantu aksi bersih-bersih sungai dan penanaman pohon, " sebutnya.

Sementara itu Ketua Panitia Merdang Merdem Nuansa Cinor Kaban didampingi  sekretaris Umum Terkelin Eritha Tarigan dan Bendahara Umum Ulin Jawak mengungkapkan dalam rangka kegiatan pra Merdang Merdem pihaknya menggelar Aksi bersih sungai dan penanaman pohon di bantaran sungai Babura.

"Kita lakukan ini sesuai dengan filosofi Merdang Merdem, dimana supaya hasil panen yang baik maka kita gelar ritual Syukur, rangkaian adalah membersihkan lingkungan sekitar menanam pohon dan membersihkan lahan yang mati. Oleh karena itu di momentum Merdang Merdem tahun ini kita lakukan aksi tersebut," jelas dia.

Nuansa menambahkan pihaknya nanti juga akan membagikan ribuan bibit daun kelor pada acara puncak Merdang Merdem kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam menekan stunting seperti yang telah dilakukan Pemko Medan dalam menurunkan angka stunting di Kota Medan.

"Apa yang kami lakukan inilah merupakan filosofi Merdang Merdem. Kita juga lihat Pemko Medan telah berhasil menurunkan angka stunting dari angka 500-an bisa sampai 200-an anak. Tentunya  ini kan prestasi yang harus didukung masyarakat, oleh karena itu kita saling berkolaborasi mendukung program pemerintah," terangnya.

Sebelumnya tokoh masyarakat Karo Baskami Ginting menyatakan aksi gotong royong dan penanaman pohon ini jangan hanya sebagai simbolis. Dirinya berharap agar seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif karena ini salah satu upaya untuk penanggulangan banjir.

"Aksi ini adalah dari kita untuk kita. Untuk itu melalui momentum Merdang merdem ini semangat kita bergotong royong ditimbulkan," Kata Baskami Ginting yang juga merupakan Ketua DPRD Sumut.

Menurut Baskami kegiatan seperti ini harus terus berkelanjutan. Artinya jangan kita hanya menunggu pemerintah turun tangan untuk membersihkan sungai dan menanam pohon, tetapi kita masyarakat juga harus berpartisipasi aktif membantu Pemerintah.

"Pendiri Kota Medan adalah guru Patimpus, kita harus mengikuti jejaknya. Jangan kita hanya menunggu pemerintah turun tangan tetapi masyarakat harus juga ikut berpartisipasi," ungkapnya.

Seperti diketahui Merdang Merdem atau Kerja Tahunan adalah sebuah perayaan suku Karo asal Sumatera Utara (Sumut). Merdang Merdem telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sejak 1 Januari 2014 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Reporter : Siti Amelia


Tag:

Berita Terkait

News

Gubernur Bobby Nasution Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Tanggung Jawab Pemerintah hingga Tingkat Desa

News

Duel Klasik Duo HIjau PSMS Vs Persebaya, Ayam Kinantan Bertekad Tunjukkan Daya Saing

News

Rony Reynaldo: Walk Out Gubernur Sumut Merupakan Hak Politik Yang Wajar Dalam Dinamika Demokrasi

News

Walkout Bobby Nasution di Paripurna, Ihwan Ritonga: Bukan Bentuk Arogansi

News

Mangapul Soroti Bobby Walkout di Paripurna

News

Wali Kota Semprit PUD Pasar Medan, Harus Jadi Mesin Cuan!