Kitakini.news – Anggota DewanPerwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Hanafi menilai Kota Medanperlu benar-benar memberlakukan Siaga Begal. Sebab, aksi kejahatan dari parapelaku Begal dalam beberapa pecan terakhir telah membuat resah dan takut wargakota terbesar ketiga di Indonesia ini.
“Sehingga perlu tindakan konkritdan berkesinambungan. Maka dari itu, kita meminta Polda Sumut beserta jajaranuntuk terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi dan mencegah aksikejahatan, termasuk premanisme dan Begal,” katanya kepada wartawan di ruangkerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (26/6/2023).
Hal ini dikatakan Hanafi merespon berbagaitindak kejahatan, yang mencakup begal yang meresahkan, termasuk yang terkiniadanya aksi kejahatan yang dialami Ahmad Alimuddin, seorang mahasiswa UINSU(Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) saat berada di Jalan Williem Iskandar,Kecamatan Medan Tembung, Kamis (22/6/2023) malam.
Sebelumnya, dua peristiwa serupajuga terjadi di Kecamatan Medan Timur dan Medan Belawan, yakni aksi begal yangmenimpa seorang mahasiswa di Jalan Mustafa, Rabu (14/6/2023) dinihari dan diJalan Stasiun Lapangan PJKA, Kelurahan Belawan II, Jumat (17/6/2023) sekirapukul 23.00 WIB.
Prihatin dengan peristiwa terakhiritu, dan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah menangkap para pelaku,Hanafi meminta aparat kepolisian untuk lebih serius mengantisipasi dan mencegahterulangnya aksi serupa
"Yang penting kita tidak bolehlengah, tetap waspada dan terus antisipasi dengan melakukan patroli rutin.Bahkan kalau terus terjadi, kita sarankan agar memberlakukan Kota Medan SiagaBegal," tegas Hanafi.
Menurut Hanafi, salah satuimplementasi Siaga Begal itu adalah membatasi ruang gerak masyarakat yangmelakukan perjalanan di atas jam tertentu, dan melakukan pemeriksaan danpatroli di daerah rawan kejahatan.
"Langkah pembatasan kegiatanmasyarakat itu bukanlah dimaksudkan mencegah mobilitas, tetapi jugamengantisipasi hal yang tidak dikehendaki," ujarnya.
Kemudian, lanjut Hanafi, pembatasankegiatan masyarakat, khususnya generasi muda, mahasiswa dan remaja karenakelompok ini rentan jadi sasaran tindak kriminal.
"Intinya kita minta ruanggerak mereka tidak sebebas yang mereka kehendaki, ada batas toleransi yangperlu mereka fahami dan ketahui," cetusnya.
Alasannya, masih kata Hanafi,selama ini kelompok generasi muda itu kerap jadi incaran pelaku tindak kriminalkarena mobilitas mereka cenderung sering mengabaikan waktu, khususnya malamhari.
"Mereka ada yang kumpul-kumpul,terus lupa waktu, dan sering pulang larut malam," ucapnya.
Hanafi juga mengungkapkan, tindak kejahatancenderung terjadi di malam hari, dan para pelaku sering mengintai korban yangberkendaaran sendiri dan melintas di tempat sepi.
"Dengan peristiwa yang meresahkan,kita berharap Poldasu dan jajarannya perlu mengkaji kemungkinan penerapan MedanSiaga Begal, guna memberi efek jera kepada pelaku kejahatan dan masyarakat agarsemakin berhati-hati saat melintas di jalan, khususnya yang masuk kategorisepi," pungkasnya.
Redaksi