Kitakini.news – TradisiSerak Gulo atau tabur gula, yang merupakan tradisi tahunan warga keturunanIndia di Kota Padang kembali digelar.
Tiga ton gula pasir dipersiapkan untuk dibagikan, denganberat acak. Gula pasir yang dibungkus dalam kain warna warni, langsungdibagikan pada ribuan pengunjung yang datang setiap tahun dalam tradisi yangjatuh pada 1 Jumadil Akhir dalam kalender Hijriah.
Terlihat tumpukan gula pasir yang dibungkus dengan kain berukuran kepalantangan yang akan dibagikan ke seluruh warga yang menyaksikan tradisiunik tersebut.
Mereka berkumpul di salah satu rumah warga keturunan indiayang ada di kawasan Batipuh, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.
Tradisi Serak Gulo ini berlangsung di Masjid Muhammadan, akhir pekan lalu yang dimulai setelah salat Ashar.
Sejak siang, kawasan Masjid Muhammadan telah ramai dikunjungi oleh ribuanwarga. Tak hanya warga keturunan India di Padang namun juga terlihat warga KotaPadang dari berbagai penjuru yang ingin melihat tradisi unik tersebut.
Tak perlu waktu lama untuk mempersiapkan acara seperti ini, karena mendapatdukungan dari berbagai pihak, terutama warga Persatuan Keluarga Muhammadan atauPKM baik di Padang maupun di rantau.
Diharapkan, acara ini dapat menjaga kekompakan warga PKM yang merupakan wadahketurunan muslim India di Padang.
Ketua Persatuan Keluarga Muhammadan Kota Padang, Fauzan mengatakan, pihaknyabersyukur Tradisi Serak Gulo dapat kembali digelar setelah 2 tahun tidakdilakukan karena alasan Pandemi Covid 19.
Kini serak gulo kembali di gelar, meski tahun ini tidak adabantuan biaya dari dinas terkait untuk menggelar tradisi serak gulo.
Seluruh warga keturunan berinisiatif melakukan sumbanganswadaya dan tahun ini berhasil terkumpul 3 ton Gula pasir, yang akan di bagikandari atas teras masjid dengan cara dilempar dan bebas diambil oleh ribuanmasyarakat yang datang.
Kontributor: Azzareen