Teks foto : Kepala Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Geopark dan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony. (Aditya)
Kepala Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Geopark dan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony mengatakan kartu kuning itu belum diterima oleh pihaknya, Kamis (21/9/2023).
Ada beberapa faktor alasan UNESCO berikan ancaman kepada Danau Toba. Diantaranya kebersihan, pemberdayaan masyarakat, ekonomi kawasan harus diperhatikan.
Zumri menjelaskan keterkaitan teguran UNESCO yang menemukan adanya perbedaan laporan. Dirinya tidak mampu menjelaskan teguran tersebut.
Seharusnya empat kegiatan dilakukan namun malah dua kegiatan digelar, padahal anggaran yang mencapai miliaran rupiah sudah diberikan ke objek wisata perioritas tersebut.
Ia pun mengatakan ada kemungkinan laporan-laporan yang tidak beres dan buruk oleh pihak-pihak terkait.
Dan Zumri pun tidak mampu berkomentar tentang anggaran yang masuk karena baginya bukan kapasitas dirinya walaupun sebagai Kepala badan pengelola Toba Caldera Unesco Geopark dan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Sumut.
Keterkaitan ancaman UNESCO ke Danau Toba akan berdampak apabila Danau Toba keluar dari UNESCO akan melumpuhkan perekonomian Indonesia dan menurunkan pendapatan negara.
Ratusan ribu masyarakat yang ada di Danau Toba terancam kehilangan pekerjaan dan juga menjadi kekhawatiran hilangnya keindahan Geopark.
Kontributor: Azzareen