kitakini.news -Ketegasan pemerintah terhadap aturan penggunaan kemasan plastik dinilai dapatmendukung kebijakan hijau untuk keselamatan Bumi. Maka dari itu, pengurangan limbahplastik dalam pengelolaan sampah sangat penting diterapkan.
"Upayamengurangi sampah plastik sangat berkontribusi terhadap suksesnya kebijakanekonomi hijau. Karena, sampah plastik sulit terurai dan menyebabkan pencemaranbagi lingkungan," ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia(DPR-RI), Puan Maharani di Jakarta, Selasa (24/10/2023).
MenurutPuan, sampai saat ini kebijakan pengurangan penggunaan plastik dibeberapadaerah masih terbatas. Harusnya, kebijakan tersebut dapat dimaksimalkandiseluruh Tanah Air. Salah satunya dengan cara menerapkan kebijakan penggunaankemasan dan kantong yang dapat didaur ulang (Reusable).
"Kitamenjadi lembaga yang selalu mengedepankan gerakan ekonomi hijau demi memerangikrisi iklim. Gerakan 'DPR Hijau' merupakan inisiasi untuk penguranganpenggunaan plastik dan kertas disetiap satuan unit kerja," imbuhnya.
Olehkarena itu, lanjut Puan, pihaknya mendukung pembangunan berkelanjutan danekonomi hijau melalui usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) EBT, yang merupakanaksi nyata dalam mengkampanyekan kesadaran pentingnya keberlanjutan ekonomiyang mengedepankan segala bentuk kegiatan ramah lingkungan.
"DPRjuga mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan, agar para produsen produkkebutuhan masyarakat bisa memperhatikan kemasa yang dipakai. Kita bisa ambilcontoh seperti Jerman yang telah memiliki regulasi baru yakni mewajibkan semuaproduk kemas dengan kemasan yang dapat didaur ulang," pungkasnya.
Kontributor: Guruh Ismoyo