Kitakini.news -Tim kriket putri
Bali gagal meraih target sapu bersih medali emas di cabang kriket PON XXI setelah dikalahkan oleh
Sumatera Utara dengan skor 40-39 di final nomor super sixes. Kekalahan ini menjadi pelajaran bagi
Bali yang sebelumnya tampil dominan di seluruh pertandingan babak penyisihan dan semifinal.
"Para pemain kami mengalami kelelahan setelah melalui lima pertandingan, sementara lawan lebih segar," ungkap Wayan Samuel, pelatih tim kriket putri Bali. Dia mengakui bahwa faktor kebugaran mempengaruhi performa timnya di final.
Bali menjalani tiga pertandingan di babak penyisihan dan satu di semifinal sebelum berhadapan dengan Sumut di final. Sebaliknya, Sumut hanya perlu bermain di final setelah lolos otomatis dari Grup C, tanpa pertandingan kualifikasi dan tanpa laga semifinal melawan Aceh yang tidak mengirim timnya. Hal ini membuat tim tuan rumah dalam kondisi fisik yang lebih baik saat menghadapi Bali di final.
Kemenangan ini membuat Sumut berhak atas medali emas, sementara Bali harus puas dengan perak. DKI Jakarta mendapatkan medali perunggu setelah berkompetisi di semifinal. Dengan hasil ini, Sumut semakin memperkuat posisinya sebagai tuan rumah yang siap bersaing di berbagai cabang olahraga pada PON XXI Aceh-Sumut.