Kitakini.news -Menjelang pertarungan perebutan gelar kelas berat ringan
UFC melawan
Alex Pereira di
UFC 313,
Magomed Ankalaev mengeluarkan sejumlah pernyataan tegas yang mencerminkan keyakinannya untuk mengakhiri dominasi sang juara.
Ankalaev menyoroti aktivitas Pereira yang kerap bepergian dan aktif di media sosial, menyiratkan bahwa sang juara kurang fokus dalam persiapan menghadapi laga penting ini. Ia menyatakan,
"Pria ini terus melakukan perjalanan dan ia lupa bahwa ia akan berlaga pada tanggal 8 Maret. Ia tidak akan pernah sama lagi setelah laga ini, pegang kata-kata saya," ujarnya pada sesi konferensi pers jelang pertarungan, melansir Youtube UFC.
Selain itu, Ankalaev juga menyinggung perbedaan pendekatan mereka dalam persiapan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya menjalani latihan keras, seperti mendaki gunung, memotong kayu, dan berenang di danau beku, sementara Pereira lebih sering terlihat menari dan membuat video di media sosial.
"Saya telah mendaki gunung, memotong kayu, berenang di danau yang membeku, sementara Alex menari dan membuat video seperti gadis-gadis TikTok," sindir Ankalaev.
Ankalaev juga menyoroti bahwa pertarungan ini berlangsung saat bulan Ramadan, yang menambah tantangan baginya sebagai seorang Muslim yang taat. Ia mengakui bahwa bertarung di bulan suci ini sulit, namun kesempatan untuk merebut gelar tidak bisa dilewatkan.
"Ya, bertarung saat bulan Ramadan itu sulit. Ini adalah bulan ibadah, dan kami menghabiskan banyak waktu di masjid. Tapi ketika kesempatan datang, kami tidak bisa menolaknya," ujar Ankalaev.
Dengan keyakinan tinggi, Magomed Ankalaev bertekad untuk mengakhiri dominasi Alex Pereira dan membawa pulang sabuk juara UFC di UFC 313 yang digelar di T-Mobile Arena, Las Vegas, Nevada, AS, Sabtu, 8 Maret atau Minggu (9/3/2025) mulai dini hari WIB.