Kitakini.news – Nico Ali Walsh, petinju kelas menengah cuculegenda tinju dunia Muhammad Ali, bakal menghadapi Eduardo Ayala, Sabtu(04/02/2023). Pada pertarungan di Desert Diamond Arena, Glendale, Arizona,Amerika Serikat (AS) tersebut, Walsh menatap kemenangan ke-delapan, meneruskanrekor tak terkalahkannya.
Eduardo Ayala, lawan Walsh, merupakan petinju asal Phoenix,Arizona, AS, dengan rekor sembilan kemenangan, dua kalah dan satu tanpapertandingan. Ali Walsh merupakan petinju berusia 22 tahun, sedangkan Ayalaterpaut delapan tahun lebih tua (30 tahun). Keduanya bakal bertarung dalampartai tambahan Top Rank Boxing on ESPN dengan partai utama, Emanuel Navarretevs Liam Wilson.
Nico Ali Walsh, bertekad meneruskan rekor tak terkalahkandari tujuh pertandingan profesionalnya sejauh ini. Cucu Muhammad Ali darianak perempuannya Rasheeda Ali itu tampil cukup impresif denganmeraih lima kemenangan KO dan dua kemenangan angka.
Mengutip wawancaranya di Yahoo News, Jumat (03/02/2023), NicoAli Walsh, enggan sesumbar memprediksi jalannya pertarungannya dengan Ayala. Dengannada rendah hati, dia memprediksi pertarungan tersebut bakal sangat menarikuntuk ditonton.
“Caramu berlatih, caramu bertinju, apa yang terjadi disasana, terjadi di pertarungan. Ini akan menjadi pertarungan yang sangatmenyenangkan untuk ditonton,” katanya.
Dibayang-bayangi nama besar sang kakek, petinju dengantinggi 183 Cm tersebut berharap bisa meneruskan nama besar ikon tinju duniatersebut.
“Aku mau berhasil ke puncak, aku mau ke level kejuaraan, akumau menjadi yang terbaik di dunia, itu tujuannya. Aku tak akan pernah melakukanapapun setengah hati, khususnya dengan tinju. Anda tak akan bisa melakukansetengah hati pada tinju. Tujuan akhirku adalah di puncak,” katanya.
Nico Ali Walsh mengikuti jejak kakek dan bibinya Laila Ali denganmengawali karir tinju profesionalnya 14 Agustus 2021 lalu. Dia meraihkemenangan di debutnya atas Jordan Weeks dengan TKO.
Redaksi