Kitakini.news -Proses pencarian pelatih kepala baru
PSMS Medan akhirnya memasuki tahap akhir. Setelah sebelumnya beberapa nama sempat muncul ke permukaan, kini manajemen tim Ayam Kinantan disebut sudah mengerucutkan kandidat pelatih kepada dua nama kuat:
Delfi Adri dan Ridwan Saragih.
Keduanya sama-sama mengakui bahwa telah ada komunikasi awal dari pihak PSMS. Hal ini menjadi sinyal bahwa klub asal Kota Medan tersebut tengah serius menyusun ulang fondasi tim menyambut musim baru Liga 2.
"Benar, saya sudah berkomunikasi dengan manajemen PSMS, termasuk dengan Pak Edy Rahmayadi. Tapi belum final, masih menunggu kelanjutannya," kata Delfi Adri Senin (7/7/2025).
Delfi, yang musim lalu menangani Persikota Tangerang, dinilai sebagai sosok berpengalaman dengan pendekatan taktik modern yang cocok untuk tim seperti PSMS. Ia juga dikenal memiliki koneksi luas dengan pemain-pemain Liga 2 yang potensial untuk diboyong ke Medan.
Sementara itu, nama Ridwan Saragih juga kembali muncul sebagai opsi serius. Pelatih asal Sumatera Utara itu sebelumnya pernah menangani PSMS, sebelum mengundurkan diri pada 2023 akibat ketidaksepakatan dengan manajemen.
Meski belum secara terbuka mengonfirmasi telah dihubungi ulang, sumber internal PSMS menyebut bahwa Ridwan masuk dalam daftar pendek kandidat karena dinilai mengenal karakter tim dan sudah pernah membawa PSMS tampil kompetitif.
"Kita memang tengah fokus menyaring pelatih yang paling pas. Dua nama itu (Delfi dan Ridwan) sedang kita pertimbangkan secara serius," ungkap seorang sumber dari internal manajemen PSMS yang enggan disebutkan namanya.
Musim lalu, PSMS gagal mencapai target promosi ke Liga 1 setelah hanya finis di papan tengah klasemen. Kondisi ini mendorong manajemen untuk melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk dari sisi pelatih kepala.
Dengan Liga 2 yang semakin kompetitif dan melibatkan banyak tim bertabur bintang, pemilihan pelatih yang tepat menjadi krusial. Klub berharap dapat segera mengumumkan pelatih definitif dalam waktu dekat agar persiapan pramusim bisa berjalan optimal.