Kitakini.news - Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan
Cricket (PCI) Sumatera Utara (Sumut), Wangsa Amin mengungkap kisah perjuangan panjang yang mengantarkan tim cricket Sumut meraih 2 emas dan 4 perunggu di PON XXI/2024 Aceh-Sumut, meski harus bertarung dengan segala keterbatasan fasilitas.
"Kami hadir sebagai bagian dari keluarga besar KONI Sumut. Walaupun kontribusinya kecil, kami terus berproses untuk mengharumkan nama Sumatera Utara," ungkap Wangsa dalam audiensi dengan KONI Sumut, Rabu (16/7/2025).
Di hadapan Ketua KONI Sumut, Hatunggal Siregar, Wangsa menuturkan bahwa perjalanan PCI Sumut menuju prestasi nasional dimulai sejak Kejurnas 2022, di mana mereka mampu meraih peringkat kedua. Sejak saat itu, pembinaan dilakukan serius, mulai dari tes psikologi, tes mental, hingga TC di Bali, bahkan mendatangkan pelatih asing dari Sri Lanka untuk mempersiapkan diri menghadapi PON 2024.
"Pelatda kami desain menyeluruh. Sebelum masuk program penuh, kami beri sesi refreshing di pantai agar mereka menyatu dengan alam. Tes fisik rutin, dan selama dua bulan penuh atlet diinapkan di Batalyon 469 Kopasgat Medan Polonia," jelasnya.
Langkah itu juga diiringi komunikasi intens dengan para orang tua atlet agar mereka percaya penuh terhadap proses pembinaan yang dilakukan, termasuk larangan penggunaan HP selama masa TC.
Sementara itu, Sekretaris Umum PCI Sumut, Abdul Hakim Siregar, menambahkan bahwa kolaborasi erat dengan KONI sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat dan kesinambungan pembinaan ke depan.
Di sisi lain, Sekretaris Pengurus Pusat PCI, Albert Tangkudung, memberikan pandangan menarik. Ia menyebut cricket saat ini menjadi salah satu olahraga paling digemari masyarakat Indonesia.
"Cricket kini olahraga nomor dua setelah sepak bola dari segi peminat. Kita ingin olahraga ini terus berkembang dan diminati semua kalangan. Untuk itu, sinergi PCI dan KONI Sumut sangat penting untuk membawa prestasi emas ke level lebih tinggi," tegas Albert.